Anak usaha BREN gaet mitra global SLB untuk Proyek Sekincau

Senin, 23 Februari 2026

image

JAKARTA – Perusahaan teknologi energi global SLB (SLB) dan Star Energy Geothermal, anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), mengumumkan penandatanganan sejumlah perjanjian serta kerangka kerja sama di masa depan.

Berdasarkan keterangan resmi Perseroan, Senin (23/2), kolaborasi ini mencakup kerangka kerja untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merencanakan peluang panas bumi lintasnegara di masa mendatang, termasuk di kawasan Amerika Utara.

Tak hanya di luar negeri, SLB dan BREN juga akan berkolaborasi dalam desain dan perencanaan pengembangan lapangan untuk proyek panas bumi Sekincau di Lampung, juga 

SLB juga akan menyediakan layanan pengeboran terintegrasi penuh untuk tahap pengembangan proyek tersebut.

Sebagai informasi, survei dan eksplorasi awal (PSPE) proyek Sekincau dipimpin oleh PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau (SEGSS) berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No.1870 K/30/MEM/2018.

Untuk tahap eksplorasi pertama, SEGSS berencana mengebor setidaknya satu sumur eksplorasi di prospek Sekincau Selatan yang memiliki potensi panas bumi yang signifikan.

Perjanjian ini menandai fase baru hubungan antara SLB dan Star Energy Geothermal, yang sebelumnya berfokus pada kolaborasi teknologi, kini beralih ke perencanaan dan pelaksanaan di tingkat proyek.

“Perjanjian dan peluang kolaborasi baru ini menghadirkan keahlian konsultasi subsurface SLB serta pengalaman eksekusi global untuk mendukung pengembangan panas bumi bersama operator berpengalaman, mulai dari pelaksanaan proyek di Indonesia hingga evaluasi peluang di luar negeri,” ujar Nurzhan Ongaltayev, Managing Director Indonesia, SLB.

Melalui perjanjian dan kerangka kolaborasi ini, SLB bertujuan meningkatkan efisiensi pengembangan, mengurangi risiko subsurface dan risiko eksekusi, serta mendukung realisasi proyek panas bumi yang layak secara teknis dan komersial.

Hendra Tan, Presiden Direktur BREN sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal, menyambut baik kolaborasi internasional ini.

“Indonesia memiliki potensi untuk membentuk masa depan energi panas bumi secara global, dan kami melihat peran kami sebagai upaya mengubah potensi tersebut menjadi dampak nyata. Kolaborasi ini menandai langkah tegas dalam membangun keahlian yang berakar di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional," ujarnya.

Hendra meyakini bahwa kapabilitas operasional Star Energy Geothermal serta kemahiran SLB dalam aspek subsurface dan eksekusi akan membawa panas bumi tak lagi hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tetapi juga sebagai solusi energi global berkelanjutan dan rendah emisi.

Sebagai catatan, BREN memiliki beberapa proyek geotermal, termasuk Wayang Windu, Darajat, dan Salak, yang telah beroperasi, serta proyek Hamiding yang tengah dalam proses eksplorasi.

BREN memiliki target kapasitas terpasang dari pembangkit listrik miliknya sekitar 2,3 gigawatt (GW) hingga akhir 2032 mendatang.

Hingga akhir September 2025, kapasitas terpasang tenaga geothermal BREN sudah mencapai 910 MW, sedangkan tenaga angin mencapai 79 MW. (DK/ZH)