Bitcoin terkoreksi ke US$64.700, tekanan aksi jual whales belum mereda
Senin, 23 Februari 2026

WASHINGTON – Bitcoin (BTC) melemah tajam pada awal pekan ini, turun sekitar 5% dalam 24 jam terakhir ke kisaran US$64.700, setelah sempat menyentuh level US$67.000 pada akhir pekan.
Tekanan juga terlihat di pasar keuangan global. Kontrak berjangka indeks saham AS bergerak melemah, dengan Nasdaq 100 turun sekitar 0,9%. Sebaliknya, aset lindung nilai menguat, di mana emas melonjak 2% dan perak naik 5,6%.
Seperti dikutip dari Coindesk.com, penurunan bitcoin terjadi setelah reli singkat di akhir pekan. Sementara itu, data on-chain dari Glassnode dan CryptoQuant menunjukkan bahwa kepanikan pasar mulai mereda, meski struktur pasar secara keseluruhan masih berada di bawah tekanan.
Data Glassnode mengungkapkan bahwa pembeli bitcoin pada awal bulan ini mengalami kerugian signifikan. Rata-rata keuntungan dan kerugian pemegang jangka pendek (rata-rata 7 hari) turun hingga –US$1,24 miliar per hari pada 6 Februari. Artinya, investor baru secara kolektif merealisasikan lebih dari US$1 miliar kerugian setiap hari.
Angka tersebut kini membaik menjadi sekitar –US$0,48 miliar per hari. Meski tekanan jual mulai melambat, investor baru masih menjual dalam kondisi rugi—pola yang umumnya muncul pada fase pembentukan dasar harga, bukan pada tren naik yang kuat.
Sementara itu, data aliran bitcoin ke bursa dari CryptoQuant menunjukkan perubahan dinamika pasar. Pada awal Februari, sekitar 60.000 BTC per hari dikirim ke exchange ketika harga turun ke US$60.000.
Kini, angka tersebut menurun menjadi sekitar 23.000 BTC per hari (rata-rata tujuh hari), mengindikasikan bahwa gelombang penjualan awal mulai mereda.
Namun, komposisi penjual mengalami pergeseran. Rasio exchange whale CryptoQuant naik ke 0,64, level tertinggi sejak 2015. Ini menunjukkan bahwa hampir dua pertiga bitcoin yang masuk ke exchange berasal dari 10 deposit terbesar setiap hari.
Ukuran deposit rata-rata juga meningkat ke level yang terakhir terlihat pada pertengahan 2022, menegaskan bahwa aktivitas di exchange saat ini lebih banyak didorong oleh pemegang besar (whales), bukan trader ritel kecil.
Tekanan serupa juga melanda pasar altcoin. Rata-rata deposit altcoin harian meningkat menjadi sekitar 49.000 pada 2026, dari sekitar 40.000 pada kuartal IV 2025. Secara historis, tren ini kerap berkorelasi dengan volatilitas yang lebih tinggi dan penurunan selera risiko.
Dari sisi likuiditas, kondisi pasar juga menunjukkan pelemahan. Arus masuk bersih USDT ke exchange turun tajam dari puncak satu tahun sebesar US$616 juta pada November menjadi hanya US$27 juta, bahkan sempat negatif pada akhir Januari. Padahal, inflow stablecoin biasanya meningkat saat reli harga, sehingga kontraksi ini mencerminkan menurunnya daya beli marjinal.
Secara keseluruhan, data Glassnode dan CryptoQuant menggambarkan pasar kripto yang masih mencerna fase kapitulasinya. Namun, hingga kini belum terlihat adanya permintaan kuat yang mampu mendorong rebound signifikan.
Pertanyaan utama dalam jangka pendek adalah apakah level US$65.000 mampu bertahan sebagai area support, atau bitcoin masih akan berada dalam fase pembentukan dasar yang relatif panjang. (DK)