Pasar saham dan rupiah menguat berkat pembatalan tarif AS

Senin, 23 Februari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,50% ke level 8.396,08 hingga penutupan perdagangan Senin (23/2) hari ini, melanjutkan penguatan sejak sesi pertama.

Total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp24,17 triliun, serta melibatkan 49,6 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Sektor barang baku (IDXBASIC) mencatat kenaikan paling tinggi yaitu 3,31% dan transportasi (IDXTRANS) naik 3,09%. Seluruh sektor kompak menguat, dengan penguatan paling terbatas pada sektor properti (IDXPROPERT) yang hanya mencapai 0,55%.

Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG hari ini sesuai dengan perkiraan, di mana investor merespons positif atas dibatalkannya pemberlakuan tarif resiprokal Presiden Donald Trump, oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) pada Jumat (20/3).

“Meskipun Presiden Trump kemudian menyatakan akan memberlakukan tarif global baru sebesar 15%, investor berharap perjanjian dagang antara AS-Indonesia yang sudah ditandatangani pada pekan lalu (19/2) dapat batal,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan usai penutupan perdagangan hari ini.

Dari dalam negeri, analis Phintraco menilai perkembangan regulator dalam meningkatkan transparansi Bursa Efek Indonesia (BEI) juga disambut positif oleh pelaku pasar.

Di pasar uang, nilai tukar sejumlah mata uang di Asia Pasifik terhadap dolar AS kompak menguat. Nilai tukar rupiah menguat 0,51% ke Rp16.802 per dolar AS, peso Filipina menguat 1,01% ke 57.5680 per dolar AS, serta ringgit Malaysia menguat 0,33% ke 3.8895 per dolar AS.

Indeks saham di Asia seperti SET Thailand naik 0,04%, VNI Vietnam naik 1,98%, Hang Seng naik 2,53%, KOSPI naik 0,65%, dan STI Singapura naik 0,46%.

Seperti disampaikan IDFinancials.com sebelumnya, agenda ekonomi Presiden Trump menghadapi pukulan telak, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan keputusan tarif yang digagas oleh Trump. (KR)