Investor beralih ke safe haven, harga emas naik ke US$5.206
Selasa, 24 Februari 2026

JAKARTA - Harga emas melonjak lebih dari 2% pada Senin dan menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan, dipicu meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari reuters pada Senin (23/02), harga emas di pasar spot naik 2% menjadi US$5.206,39 per troi ons pada perdagangan sore waktu New York, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 30 Januari.
Sebelumnya, logam mulia ini mencetak rekor US$5.594,82 per troi ons pada 29 Januari, disusul kenaikan di pasar berjangka AS untuk pengiriman April yang menguat 2,8% ke US$5.225,60 per troi ons.
Kenaikan terjadi setelah Presiden Donald Trump kembali mengkritik putusan Mahkamah Agung, yang membatalkan kebijakan tarif impor sebelumnya. Trump sempat mengumumkan kenaikan tarif impor sementara dari 10% menjadi 15%, batas maksimum yang diizinkan hukum.
"Ada banyak masalah ekonomi dan politik di seluruh dunia, dan dengan pasar yang lebih sepi selama Tahun Baru Imlek, kami memperkirakan harga emas dapat naik tajam minggu ini setelah aktivitas kembali normal," kata Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group.
China daratan, salah satu konsumen emas terbesar dunia, masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek dan akan kembali beroperasi pada Selasa.
Data terbaru menunjukkan inflasi inti AS naik lebih tinggi dari perkiraan pada Desember, sementara pertumbuhan ekonomi cenderung melambat pada kuartal empat. Kondisi ini menambah kemungkinan suku bunga bertahan di level yang tinggi untuk lebih lama.
"Dalam jangka panjang selama beberapa kuartal ke depan, kami memperkirakan harga emas akan terus naik dan kemungkinan mencetak rekor baru," ujar Christian.
Di sisi lain, pelaku pasar menanti pernyataan pejabat Federal Reserve pekan ini untuk mendapat petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga, serta perkembangan hubungan AS dan Iran.
Selain emas, harga perak di pasar spot naik 3,2% ke US$87,23 troi ons. Platinum turun 0,7% menjadi US$2.140,75, sementara palladium menguat tipis 0,1% ke US$1.750,53 per troi ons. (DK/KR)