Panama cabut konsesi CK Hutchison, Maersk–MSC ambil alih

Selasa, 24 Februari 2026

image

JAKARTA - Pemerintah Panama resmi mengakhiri kontrak konsesi pelabuhan milik anak usaha CK Hutchison di sekitar Terusan Panama, membuka jalan bagi Maersk dan Mediterranean Shipping Company (MSC) untuk mengambil alih operasional secara sementara.

Keputusan Mahkamah Agung Panama yang dipublikasikan dalam lembaran resmi negara membatalkan konsesi Terminal Balboa dan Cristobal yang selama hampir 30 tahun dikelola Panama Ports Company, unit usaha CK Hutchison. Dengan publikasi tersebut, pembatalan konsesi resmi berlaku secara hukum.

Seperti dikutip reuters, Otoritas Maritim Panama (AMP) langsung mengambil alih kedua pelabuhan melalui dekret guna menjamin kelangsungan operasional.

Pemerintah kemudian menyetujui dua kontrak konsesi sementara berdurasi hingga 18 bulan. APM Terminals Panama, anak usaha Maersk, akan mengoperasikan Pelabuhan Balboa, sementara TIL Panama yang terafiliasi dengan MSC akan mengelola Terminal Cristobal.

Langkah ini berpotensi mengganggu rencana penjualan aset pelabuhan global CK Hutchison senilai US$23 miliar kepada konsorsium yang dipimpin BlackRock bersama MSC, termasuk aset di Panama.

Sebelumnya, CK Hutchison menyatakan akan menempuh arbitrase internasional untuk menggugat putusan tersebut dan telah memberi tahu pemerintah Panama terkait sengketa perjanjian perlindungan investasi.

Perusahaan menegaskan pengambilalihan tanpa persetujuan dapat memicu langkah hukumterhadap APM Terminals Panama.

Putusan pengadilan yang terbit akhir Januari terjadi di tengah meningkatnya rivalitas dagang antara AS dan China.

Presiden AS Donald Trump mendorong pembatasan pengaruh China atas Terusan Panama, jalur yang dilalui sekitar 5% perdagangan maritim global.

Presiden Panama Jose Raul Mulino menegaskan kontrak sementara tersebut bukan bentuk nasionalisasi, melainkan langkah sah untuk menjamin kelangsungan operasi hingga nilai aset ditentukan dan skema konsesi baru yang lebih kompetitif disiapkan.

Ia juga memastikan operasional pelabuhan dan tenaga kerja tidak akan terdampak selama masa transisi. (DK)