IHSG berbalik melemah ikuti rupiah, saham energi turun lebih dari 3%

Selasa, 24 Februari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,37% atau 115,25 poin ke level 8.280,83 pada perdagangan Selasa (24/2) hari ini, setelah gagal mempertahankan penguatan di pembukaan sesi pertama.

Nilai total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp29,57 triliun, yang melibatkan perdagangan 60,76 miliar lembar saham.

Sebagian besar indeks sektoral melemah, dengan penurunan paling dalam pada sektor energi yang mencapai 3,50%.

Dari sektor ini, saham-saham dengan kapitalisasi pasar terbesar terpantau melemah. Beberapa di antaranya termasuk PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang mencatat penurunan harga saham 2,96%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 4,44%, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ambles 7,43%.

Satu-satunya sektor yang menguat yaitu keuangan, yang mencapai 1,02%. Dari sektor keuangan, saham dengan persentase kenaikan harga tertinggi yaitu PT Bank Mega Tbk (MEGA) yang mencapai 24,70%.

Analis Phintraco Sekuritas menilai penurunan indeks hari ini, membuat momentum penguatan histogram MACD pada IHSG bertambah lemah. Selain itu, posisi IHSG pun kembali terseret ke bawah level MA5 yang berada di kisaran 8.306.

“Sehingga diperkirakan koreksi IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level support di 8.200-8.250,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan setelah perdagangan hari ini.

Di antara pasar negara berkembang Asia, indeks acuan saham bergerak variatif. Indeks TAIEX menguat 2,75%, KOSPI naik 2,11%, dan PSEI naik tipis 0,82%. Sedangkan KLCI Malaysia melemah 0,23%, NIFTY turun 1,06%, dan Hang Seng turun 1,82%.

Sejalan dengan pelemahan IHSG, analis Phintraco juga mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke Rp16.829 di pasar spot. Pelemahan ini juga terjadi pada mayoritas mata uang Asia, yang menghadapi penguatan dolar AS.

“Ketidakpastian mengenai kebijakan tarif AS dan prospek suku bunga AS yang masih relatif ketat membuat Dolar AS berbalik menguat,” jelas analis Phintraco. (KR)