Jimmy Budiarto borong 622 juta PSAB
Selasa, 24 Februari 2026

JAKARTA – Daftar perubahan kepemilikan saham di atas 5% di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/2), menampilkan investor Jimmy Budiarto yang memborong 622,84 juta saham perusahaan pertambangan emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Melalui PT Artha Sekuritas Indonesia, saham investor ini menguat ke 90%. Selain merupakan investor mayoritas, Jimmy juga menjabat sebagai presiden komisaris J Resources.
Pembelian saham dalam jumlah fantastis terpantau dari PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK). Seiko Manito, investor sekaligus pendiri yang tadinya memegang 9,14% saham, memborong hingga 1,97 miliar lembar saham. Kepemilikannya pun naik tajam ke 54,17% sehingga ia menjadi pemegang saham pengendali di emiten produk digital ini.
Satu juta lembar saham produsen makanan PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) lalu masuk ke kantong pengendali, PT Pangan Sejahtera Investama, yang kini memegang 58,47%. Pembelian ini dilakukan lewat PT CGS International Sekuritas Indonesia.
Pengendali emiten farmasi PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC), PT Bogamulia Nagadi, menambah 169 ribu saham lagi, dengan total saham 90,49%. PT OCBC Sekuritas Indonesia memfasilitasi belanja tersebut.
Aksi buyback masih terlihat dari produsen semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Dengan membeli 124 ribu saham lewat PT INA Sekuritas Indonesia, total saham yang dimiliki sebesar 6,52%.
Di sisi lain, PT MNC Asia Holding Tbk melepas 200 juta saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), anak usahanya di bidang investasi energi. Kepemilikannya turun ke 11,61% setelah menjual saham lewat PT MNC Sekuritas.
Masih dari MNC Group, PT Media Nusantara Citra Tbk mengurangi 1 juta lembar saham di emiten media PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) lewat PT Trust Sekuritas. Sahamnya masih di kisaran 8,42%.
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk memfasilitasi penjualan yang ia lakukan sendiri terhadap 94,25 juta saham PT Hillcon Tbk (HILL) yang bergerak di bidang pertambangan nikel. Imbasnya, saham investor ini turun ke 8,71%.
Pengendali emiten keuangan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), yaitu PT Sinar Mas Cakrawala, pun melepas saham. Setelah menjual 10,49 juta saham lewat PT Sinarmas Sekuritas, sahamnya turun tipis ke 49,01%.
Pengurangan saham terakhir dicatat dari emiten kelapa sawit PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), di mana PT Samuel Tumbuh Bersama menjual 4,99 juta saham NSSS lewat PT Samuel Sekuritas Indonesia. Sahamnya pun turun ke 39,11%. (KD)
Ingin tahu daftar perubahan pemegang saham di atas 5% lebih lengkap? Lihat di sini.