Pendapatan tumbuh tipis, laba MMLP merosot 73,9% di 2025
Rabu, 25 Februari 2026

JAKARTA – PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) emiten properti dan real estate yang diakuisisi Grup Astra pada kuartal empat tahun lalu, membukukan laba bersih Rp63,21 miliar untuk tahun buku 2025.
Perolehan itu merosot 73,9% secara tahunan atau dari Rp241,84 miliar pada 2024.
Padahal pendapatan MMLP meningkat 3,59% secara tahunan, menjadi Rp355,66 miliar pada 2025.
Berdasarkan segmen pendapatan, bisnis sewa kantor dan gudang menjadi pendorong pertumbuhan MMLP. Lini bisnis ini menyumbang pendapatan Rp317,49 miliar pada 2025, meningkat 4,2% secara tahunan.
Sementara pendapatan MMLP dari lini bisnis utilitas turun 5,8% secara tahunan menjadi Rp18,77 miliar.
Dua pelanggan terbesar MMLP pada 2025 yaitu PT Latansa Expres Indonesia dan PT DHL Supply Chain Indonesia. Pendapatan perseroan dari dua entitas ini, masing-masing mencapai Rp80 miliar dan Rp55,31 miliar.
Namun dibanding dengan tahun sebelumnya, pendapatan dari Lantansa Express yang merupakan bisnis logistik milik Lazada, turun 4,2%. Sedangkan pendapatan dari DHL Supply Chain cenderung stabil.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Senin (23/2) kemarin, penurunan laba bersih MMLP disebabkan perubahan signifikan pada pos kenaikan nilai wajar properti investasi, yang hanya mencapai Rp63,21 miliar pada 2025.
Sedangkan di tahun sebelumnya, kenaikan nilai wajar properti perseroan mencapai Rp241,84 miliar.
Selain itu, kontribusi laba dari entitas asosiasi MMLP juga menunjukkan penurunan 15,6% secara tahunan menjadi Rp28,84 miliar pada 2025.
Dari segi operasional, beban pajak MMLP meningkat 28,4% menjadi Rp6,85 miliar, serta biaya kawasan dan keamanan masing-masing naik sekitar 20%.
Menurut catatan IDNFinancials.com, Grup Astra mengakuisisi mayoritas saham MMLP pada akhir September 2025. Perusahaan holding milik Jardine Cycle & Carriage ini telah mengendalikan 91,44% saham MMLP melalui PT Saka Industrial Arjaya.
Sementara porsi saham investor publik saat ini hanya sebesar 8,56%, jauh lebih rendah dari posisi akhir 2024 yang mencapai 33,24. (KR)