Tawar di atas US$30 per saham, Paramount tantang Netflix rebut WBD

Rabu, 25 Februari 2026

image

JAKARTA - Paramount Skydance dilaporkan menaikkan tawarannya untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery, sehingga memperketat persaingan dalam perebutan aset studio film bersejarah serta jaringan televisi siaran dan kabel milik perusahaan tersebut. Langkah ini bertujuan mengungguli pesaing utama, Netflix, yang telah lebih dulu mencapai kesepakatan awal dengan Warner Bros Discovery.

Meski demikian, rincian perubahan nilai tawaran belum diketahui. Warner Bros Discovery dan Paramount menolak memberikan komentar, sementara Netflix tidak dapat segera dihubungi, menurut laporan Reuters.

Dikutip dari theguardian (24/2), tawaran terbaru ini melampaui proposal sebelumnya Paramount Skydance sebesar US$30 per saham. Pengajuan tersebut dilakukan setelah tenggat waktu yang ditetapkan dewan Warner Bros Discovery pada pekan lalu, dengan persetujuan dari Netflix sebagai pihak yang telah memiliki kesepakatan awal.

Persaingan akuisisi ini turut berkembang menjadi isu politik. Pada Sabtu, Donald Trump meminta Netflix mencopot pakar kebijakan luar negeri Partai Demokrat Susan Rice dari dewan direksi atau “menghadapi konsekuensinya”.

Menanggapi hal tersebut, CEO Netflix Ted Sarandos mengatakan kepada BBC Radio 4, “Ini adalah kesepakatan bisnis. Ini bukan kesepakatan politik.” Ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut berada di bawah pengawasan Departemen Kehakiman AS dan regulator di berbagai negara.

Sebelumnya, Sarandos juga menyatakan Netflix memiliki “sejarah yang kaya” untuk “bersedia untuk pergi begitu saja dan membiarkan orang lain membayar lebih untuk barang-barang tersebut”. Namun, berdasarkan ketentuan kesepakatan yang ada, jika Warner Bros Discovery memutuskan menerima tawaran revisi dari Paramount Skydance, perusahaan tersebut wajib membayar biaya pembatalan (breakup fee) sebesar US$2,8 miliar kepada Netflix.(DH)