Saat MSCI soroti Indonesia, Filipina ubah rencana free float baru

Rabu, 25 Februari 2026

image

JAKARTA – Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Filipina mengurungkan rencana pelonggaran aturan saham yang beredar di publik atau free float, menyusul gejolak yang dialami oleh pasar saham Indonesia akibat sikap Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, MSCI menahan rebalancing saham Indonesia akibat rendahnya partisipasi publik di sejumlah emiten. Keputusan itu memicu aksi jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga menyebabkan trading halt selama 2 kali dalam sepekan pada akhir Januari kemarin.

Regulator pasar saham Indonesia lantas menyusun sejumlah langkah reformasi, termasuk meningkatkan porsi saham free float dari 7,5% menjadi 15%, meskipun berpotensi memicu aksi jual saham hingga Rp187 triliun.

SEC Filipina sebelumnya sempat menyiarkan draf rencana penurunan ambang free float saham dari 20% menjadi 12%, lewat keterangan resmi yang disampaikan akhir Desember 2025.

Namun pada Selasa (24/2) kemarin, SEC Filipina telah menetapkan ambang batas minimum free float menjadi 15% untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih dari 50 miliar PHP (Peso Filipina).

Sementara perusahaan dengan kapitalisasi pasar 1 miliar peso dan tak lebih dari 50 miliar peso, harus memiliki free float minimal 20%. Sedangkan batas minimal free float perusahaan dengan kapitalisasi pasar 500 juta peso hingga 1 miliar peso ditetapkan minimal 25%, serta batas minimal free float perusahaan dengan kapitalisasi pasar tidak lebih dari 500 peso minimal 33%.

Keputusan terbaru SEC Filipina juga menghapus aturan minimal free float yang sama untuk semua saham.

Sementara itu di Indonesia, aturan batas minimum saham free float telah mencapai tahap finalisasi per 19 Februari 2026. Setelah tuntas, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengajukan draf aturan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Seluruhnya itu masih on-schedule seperti yang kami sampaikan sebelumnya,” ujar Jeffrey Hendrik, Penjabat Sementara Direktur Utama BEI, dalam konferensi pers yang digelar akhir pekan lalu. (KR)