Eni dan Petroliam siap garap proyek gas Geng North US$15 miliar
Rabu, 25 Februari 2026

JAKARTA - Regulator hulu minyak dan gas Indonesia, SKK Migas, memperkirakan perusahaan energi asal Italia Eni akan mencapai keputusan investasi final (final investment decision/FID) bulan depan untuk pengembangan proyek gas Geng North dan Gendalo-Gendang.
Dikutip reuters (24/02), Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan pengelolaan kedua proyek gas tersebut akan dilakukan oleh perusahaan patungan baru yang dibentuk Eni bersama perusahaan energi milik negara Malaysia, Petroliam Nasional Bhd. Hingga saat ini, Eni belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Sementara itu, nilai investasi kedua proyek diperkirakan mencapai sekitar US$15 miliar. Pemerintah Indonesia telah memberikan persetujuan pengembangan proyek Geng North dan Gendalo-Gendang sejak 2024 dan menilai proyek ini dapat menjadi model pengembangan gas laut dalam ke depan, terutama untuk meningkatkan pasokan energi nasional.
Kedua proyek tersebut berlokasi di lepas pantai Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, di wilayah Selat Makassar, yang merupakan salah satu kawasan utama produksi gas Indonesia. Pemerintah menargetkan proyek gas Geng North mulai berproduksi pada akhir 2027.
Sebagai informasi, pada tahun lalu, perusahaan energi asal Italia Eni dan perusahaan energi milik negara Malaysia Petroliam Nasional Bhd menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membentuk perusahaan patungan yang akan mengelola sejumlah aset hulu minyak dan gas di Indonesia dan Malaysia, termasuk proyek gas Geng North dan Gendalo-Gendang. Informasi tersebut dilaporkan oleh Reuters.(DH)