Lawan tarif Amerika, India siap buka akses ekspor ke 40 negara

Kamis, 28 Agustus 2025

image

NEW DELHI - Pemerintah India menyiapkan strategi khusus untuk mendorong ekspor tekstil ke 40 pasar utama dunia sebagai upaya melawan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan tarif 50% atas produk India.Program promosi ini akan difokuskan ke negara-negara kunci seperti Inggris, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Belanda, Polandia, Kanada, Meksiko, Rusia, Belgia, Turki, Uni Emirat Arab, dan Australia.“Di 40 pasar ini, India akan menempatkan diri sebagai pemasok tekstil berkualitas, berkelanjutan, dan inovatif, dengan peran utama dijalankan oleh industri dalam negeri bersama Dewan Promosi Ekspor (EPC) serta misi diplomatik India,” ujar seorang pejabat kepada PTI, Rabu (27/8).Dilansir dari Timesofindia.Indiatimes.com, Rabu (27/8), tarif baru yang berlaku sejak 27 Agustus diperkirakan akan menghantam berbagai sektor ekspor India, termasuk tekstil, perhiasan, udang, kulit, alas kaki, bahan kimia, hingga mesin.Saat ini, India mengekspor ke lebih dari 220 negara. Namun, pemerintah India menilai 40 pasar pilihan tersebut merupakan kunci diversifikasi karena nilai impor tekstil dan pakaian jadi mereka mencapai lebih dari US$590 miliar per tahun.Pangsa India sendiri baru sekitar 5–6%, sehingga peluang pertumbuhan masih sangat besar.EPC akan memimpin strategi diversifikasi dengan melakukan pemetaan pasar, mengidentifikasi produk berpermintaan tinggi, serta menghubungkan klaster industri seperti Surat, Panipat, Tirupur, dan Bhadohi ke pasar internasional.Selain itu, EPC juga akan mendorong kehadiran India di berbagai pameran dagang, pertemuan bisnis, dan kampanye sektor spesifik di bawah identitas terpadu “Brand India”.Mereka juga akan memberi panduan kepada eksportir terkait pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas (FTA), standar keberlanjutan global, hingga sertifikasi yang dibutuhkan.“Negosiasi FTA dengan sejumlah negara akan meningkatkan daya saing ekspor India. Potensi pertumbuhannya sangat besar, terutama di pasar-pasar prioritas ini,” tambah pejabat tersebut. (DK)