Lengan EBT Grup Astra operasikan PLTA Kukusan 2, sasar Rp33 miliar

Rabu, 25 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), perusahaan energi baru dan terbarukan yang terafiliasi Grup Astra, resmi mengoperasikan Proyek Kukusan 2 di Lampung dengan kapasitas 5,4 megawatt (MW).

“Proyek Kukusan 2 merupakan pembangkit listrik tenaga air berbasis run-of-river dengan kapasitas 5,4 MW (2 x 2,7 MW), yang mengandalkan aliran sungai alami tanpa bendungan besar,” jelas manajemen dalam siaran resminya.

Proyek ini diperkirakan akan menghasilkan listrik hingga 35,02 gigawatt hour (GWh) per tahun, dan berkontribusi sekitar 17,8% terhadap total produksi listrik Perseroan pada 2026 yang ditargetkan mencapai 197,28 GWh.

Sebelumnya, IDNFinancials.com sempat melaporkan bahwa PLTM Kukusan II diperkirakan akan menghasilkan pendapatan Rp33 miliar di tahun 2026.

Perseroan juga mengungkapkan bahwa Proyek Kukusan 2 telah terikat perjanjian jual-beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero) selama 25 tahun ke depan.

Dengan demikian, Proyek Kukusan 2 diproyeksikan mampu mengaliri listrik bagi sekitar 5.000 hingga 7.000 rumah tangga atau sekitar 25.000 jiwa di Lampung, baik bagi masyarakat, industri, dan fasilitas umum lainnya.

Secara keuangan, kontrak 25 tahun dengan PLN juga akan memungkinkan ARKO menambah dan mengeksekusi proyek dalam pipeline yang memiliki total kapasitas hingga 300 MW.

Sebagai catatan, Proyek Kukusan 2 adalah pembangkit listrik keempat yang dioperasikan ARKO. Sebelum ini, Perseroan telah mengoperasikan tiga PLTA:

  1. Proyek Cikopo di Garut (7,4 MW) – produksi listrik 52 ribu MWh per tahun
  2. Proyek Tomasa di Poso (10 MW) – produksi listrik 63,07 ribu MWh per tahun
  3. Proyek Yaentu di Poso (10 MW) – produksi listrik 63,01 ribu MWh per tahun

Berdasarkan laman resminya, ARKO masih memiliki dua proyek dalam proses konstruksi di Sulawesi Selatan, yaitu Proyek Tomoni 10 MW dan Proyek Pongbembe 20 MW.

Direktur Utama Perseroan, Aldo Artoko, menyampaikan bahwa progres Proyek Tomoni kini sudah mencapai 61%, dan diperkirakan rampung tahun kuartal II 2026. Proyek tersebut ditargetkan menyumbang pendapatan hingga Rp140 miliar pada 2026.

“Untuk Proyek Pongbembe (20 MW) yang baru saja dimulai di akhir tahun 2025, ditargetkan selesai pada 2029,” rinci Aldo lebih lanjut.

Sebagai catatan ARKO masih terafiliasi dengan Grup Astra melalui salah satu pemegang sahamnya, PT Energia Prima Nusantara, yang menggenggam 26,55% sahamnya per Janauri 2026. (ZH)