Inpex buka tender proyek LNG Abadi US$21 miliar pada 2026
Rabu, 25 Februari 2026

JAKARTA - Inpex (Jepang) berencana membuka tender proyek liquefied natural gas (LNG) Abadi di Indonesia pada pertengahan 2026, seiring komitmen pemerintah untuk mempercepat proses perizinan dan mengatasi hambatan birokrasi dalam pengembangan proyek senilai US$21 miliar tersebut.Seperti dikutip Channelnewsasia, proyek LNG Abadi di Blok Masela telah mengalami penundaan selama bertahun-tahun setelah pemerintah sebelumnya meminta perubahan desain dari fasilitas lepas pantai menjadi darat.
Selain itu, perusahaan juga merevisi rencana pengembangan dengan menambahkan fasilitas penyimpanan karbon.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin rapat “debottlenecking” bersama Inpex dan mitra proyeknya, yakni Pertamina dan Petronas, serta sejumlah pejabat terkait untuk membahas kendala yang dihadapi proyek tersebut.Direktur Proyek Abadi Inpex, Jarrad Blinco, menyatakan perusahaan telah mencatat kemajuan signifikan, termasuk memperoleh persetujuan studi analisis dampak lingkungan dan izin penggunaan kawasan hutan.
Inpex menargetkan proses tender untuk pekerjaan engineering, procurement and construction (EPC) dimulai pada pertengahan tahun depan.Purbaya menegaskan pemerintah akan membantu mempercepat proses perizinan, termasuk dengan melonggarkan sejumlah persyaratan seperti ketentuan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan akan dimulai pada awal April.
Proyek Abadi diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$21 miliar, termasuk pembangunan fasilitas LNG berkapasitas 9,5 juta metrik ton per tahun.Inpex juga telah melakukan pembicaraan awal dengan calon pembeli, namun belum memutuskan porsi penjualan untuk pasar domestik dan ekspor.
SKK Migas memperkirakan sekitar 40% produksi LNG akan dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri. (DK)