Meta uji sistem pembayaran di apikasi memakai stablecoin
Rabu, 25 Februari 2026

JAKARTA - Meta Platforms Inc. menguji integrasi pembayaran stablecoin ke dalam aplikasi-aplikasinya, seiring meningkatnya penggunaan mata uang digital dalam transaksi daring. Pengujian dilakukan melalui sistem pembayaran Meta yang sudah berjalan.
Dikutip dari Bloomberg (25/02), uji coba tersebut berskala kecil dan terfokus. Meta menggunakan stablecoin yang sudah beredar di pasar, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut dan menolak disebutkan namanya karena membahas produk yang belum diumumkan secara resmi.
Sumber tersebut juga tidak mengungkap stablecoin apa saja yang digunakan dalam pengujian. Meta memilih tidak merinci detail teknis maupun cakupan pengguna dalam fase awal ini.
Meta menegaskan tidak memiliki rencana untuk menerbitkan stablecoin sendiri. Juru bicara Meta, Andy Stone, menyampaikan dalam unggahan di X, “Ini tentang memungkinkan individu dan bisnis untuk melakukan pembayaran di platform kami menggunakan metode pilihan mereka.”
Juru bicara Meta lainnya menolak memberikan komentar tambahan dan merujuk pada pernyataan Stone tersebut. Media kripto Coindesk sebelumnya melaporkan upaya Meta terkait pemanfaatan stablecoin.
Sebelumnya, Meta sempat mengembangkan stablecoin sendiri bernama Libra, yang kemudian berganti nama menjadi Diem. Proyek tersebut dihentikan pada 2022 setelah menghadapi penolakan dari regulator dan pembuat kebijakan di berbagai negara.
Penolakan itu didorong oleh kekhawatiran atas isu privasi Meta serta potensi risiko jika perusahaan teknologi besar menerbitkan mata uang sendiri yang dapat menyaingi peran bank sentral.
Langkah terbaru Meta berlangsung di tengah pesatnya pertumbuhan pasar stablecoin global. Nilai stablecoin yang beredar telah melampaui US$300 miliar, didukung oleh regulasi baru di Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump menandatangani kerangka federal pertama untuk penerbit stablecoin pada Juli.(DH)