Perusahaan kripto Brasil Rental Coin ajukan pailit di Amerika
Senin, 24 November 2025

JAKARTA – Pasar mata uang kripto kembali terguncang. Total kapitalisasi pasar anjlok ke US$3,13 triliun pada Rabu (20/11), menyeret harga bitcoin jatuh ke bawah level psikologis US$87.000.
Di tengah turbulensi tersebut, perusahaan kripto asal Brasil yang sudah kolaps, Rental Coins, resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 15 (Chapter 15) di Amerika Serikat.
Permohonan ini masuk ke Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan Florida pada 18 November. Tujuannya: memberi kewenangan kepada administrator yudisial untuk mengamankan dan menelusuri sisa aset perusahaan di AS, mengingat kasusnya melibatkan transaksi lintas yurisdiksi.
Menurut thestreet.com (20/11), langkah kebangkrutan ini datang saat pasar kripto diterjang gelombang likuidasi besar. Data CoinGlass menunjukkan lebih dari US$900 juta posisi kripto tersapu habis dalam 24 jam terakhir, termasuk US$370 juta posisi bitcoin yang jatuh 2,45 persen.
Kemerosotan pasar ini bukan hanya memukul pedagang ritel dan pemilik modal besar (whales), tetapi juga membuat platform analitik terdesentralisasi DappRadar menghentikan operasional karena tekanan finansial.
Otoritas Brasil sebelumnya menuduh Rental Coins menjalankan skema investasi curang bergaya piramida (pyramid scheme)—yakni model penipuan yang menjanjikan keuntungan tinggi kepada investor lama, bukan dari keuntungan bisnis, melainkan dari setoran investor baru.Ketika rekrutmen melambat, skema runtuh dan investor kehilangan uang.
Kasus Rental Coins semakin serius karena mantan manajer perusahaan tersebut telah dipenjara terkait penipuan itu.
Melalui pengajuan Bab 15, pengelola aset Rental Coins berharap bisa melindungi aset yang tersisa dari klaim kreditur individu di AS sekaligus menjamin proses restrukturisasi berjalan tertib di bawah pengawasan pengadilan.
Upaya pelacakan aset di AS kini menjadi harapan terakhir para korban untuk memulihkan sebagian dana mereka, di tengah reputasi industri kripto yang kembali tercoreng oleh kombinasi kejatuhan harga dan skandal penipuan korporasi. (SF)