Harga turun 38% dalam 30 hari, Vitalik Buterin jual 10.000 ETH
Kamis, 26 Februari 2026

JAKARTA – Vitalik Buterin, salah satu pendiri ethereum, terpantau telah melepas lebih dari 10.000 koin ETH miliknya untuk ditukarkan menjadi stablecoin dalam tiga pekan terakhir.
Berdasarkan data dari platform analitik on-chain seperti Onchain Lens dan Lookonchain yang melacak aktivitas dompet digitalnya melalui Arkham, Buterin tercatat telah menjual total 10.723 ETH sejak 2 Februari 2026.
Aksi jual berskala besar ini bernilai sekitar US$21,7 juta dan dieksekusi pada harga rata-rata US$2.027 per koin, termasuk di dalamnya adalah likuidasi terbaru sebesar 3.765 ETH senilai US$7,08 juta yang terjadi hanya dalam kurun waktu tiga hari menjelang 24 Februari.
Sesuai dengan laporan theblock.co (24/02/2026), rentetan transaksi ini merupakan realisasi dari rencana Buterin yang telah diumumkan sebelumnya untuk mendanai berbagai inisiatif teknologi open-source (sumber terbuka).
Langkah pelepasan aset ini secara langsung mengikuti pengumuman publik yang dibuat Buterin di platform X pada 30 Januari lalu. Saat itu, ia mengungkapkan telah menarik 16.384 ETH—yang bernilai sekitar US$45 juta pada waktu itu sebagai komitmen dana pribadi.
Modal besar tersebut dialokasikan untuk membiayai pengembangan ekosistem perangkat lunak dan perangkat keras open-source yang aman serta dapat diverifikasi.
Buterin merinci bahwa dana ini akan disebar selama beberapa tahun ke depan untuk mendukung berbagai sektor kritis, mulai dari keuangan, komunikasi, tata kelola, sistem operasi, hingga aplikasi bioteknologi.
Ia mendeskripsikan alokasi modal ini sebagai bentuk partisipasi pribadinya dalam masa penghematan (austerity), seiring dengan langkah Ethereum Foundation yang kini lebih memprioritaskan keberlanjutan jangka panjang dan pengembangan protokol inti.
Manuver finansial Buterin ini ironisnya terjadi di tengah fase kelesuan yang melanda pasar aset digital secara lebih luas.
Menurut data The Block, nilai ether telah anjlok hingga 38% dalam 30 hari terakhir, turun 3,5% dalam 24 jam terakhir, dan kini diperdagangkan di kisaran US$1.825.
Aset kripto terbesar kedua ini bahkan terjerembap 63% di bawah level tertinggi sepanjang masanya (all-time high) yang hampir menyentuh US$5.000 pada Agustus tahun lalu. Para analis on-chain juga menyoroti adanya korelasi antara transfer besar dari dompet Buterin dengan tekanan penurunan harga di pasar.
Lookonchain mencatat bahwa pada aksi jual sebelumnya sebesar 6.958 ETH senilai US$14,78 juta, harga Ether merosot tajam 22,7% dari US$2.360 menjadi US$1.825.
Tren serupa juga terlihat pada periode dua hari menjelang 23 Februari, di mana penjualan 1.869 ETH oleh Buterin senilai US$3,67 juta bertepatan dengan penurunan harga sebesar 5,7%.
Aksi jual yang terus berlanjut di tengah tren pasar yang berdarah ini memicu beragam reaksi dari para pelaku pasar di platform X.
Sebagian komunitas melontarkan kritik tajam terkait pemilihan waktu penjualan, dengan beberapa komentator secara sinis menyebut Buterin sedang melakukan dumping (membuang aset) besar-besaran terhadap proyeknya sendiri, memintanya berhenti menjual, dan melabeli tindakan tersebut sebagai sesuatu yang memalukan.
Namun di sisi lain, tidak sedikit pula pihak yang pasang badan membela sang pendiri Ethereum. Para pendukungnya menegaskan kembali bahwa Buterin telah membeberkan rencana pendanaan ini secara transparan sejak akhir Januari, sehingga membingkai aktivitas tersebut semata-mata sebagai aksi jual spekulatif adalah sebuah kekeliruan yang secara sengaja mengabaikan tujuan sosial dan teknologis di baliknya. (SF)