Pengadilan Guernsey beri ultimatum sita aset buronan 'Ratu Kripto'

Senin, 24 November 2025

image

JAKARTA - Otoritas hukum di Kerajaan Guernsey mengeluarkan ultimatum tegas kepada Ruja Ignatova, buronan Amerika Serikat yang dikenal luas dengan julukan "Ratu Kripto yang Hilang" (The Missing Cryptoqueen).

[[ Guernsey adalah wilayah dependensi mahkota Inggris (Crown Dependency) yang berada di Channel Islands, dekat pesisir Prancis. Bukan bagian dari Inggris Raya, tapi berada di bawah perlindungan Inggris. ]]

Pemerintah setempat memberikan waktu 28 hari, atau tepatnya hingga 16 Desember, bagi Ignatova untuk mengajukan keberatan resmi sebelum aset-asetnya yang tersimpan di yurisdiksi tersebut disita secara permanen melalui perintah pengadilan (forfeiture order).

Seperti dilansir dari bbc.com (23/11), langkah hukum ini dilakukan atas permintaan otoritas kejaksaan Jerman di kota Bielefeld yang bekerja sama dengan pengadilan Guernsey.

Fokus utama dari penyitaan ini adalah dana hasil likuidasi dua properti mewah di London termasuk sebuah penthouse di kawasan elit Kensington dan satu apartemen yang lebih kecil yang sebelumnya dimiliki oleh Ignatova melalui struktur perusahaan cangkang (shell companies) yang terdaftar di Guernsey.

Jaksa Kepala Bielefeld, Carsten Nowak, mengonfirmasi bahwa penthouse tersebut telah terjual senilai £10 juta dan apartemen kecil seharga £1,4 juta. Namun, per Mei 2024, dana yang tersisa tinggal sekitar £8,8 juta setelah tergerus biaya administrasi, pajak, dan biaya hukum.

Sesuai dengan ketentuan hukum Jerman, dana yang diamankan tersebut rencananya akan dialokasikan untuk mengompensasi para korban skema penipuan OneCoin. Ignatova, warga negara Jerman kelahiran Bulgaria, mendirikan OneCoin pada 2014.

Proyek ini kemudian terungkap sebagai skema piramida (Ponzi scheme) berkedok mata uang kripto yang, menurut data Biro Investigasi Federal AS (FBI), telah menyebabkan kerugian investor global mencapai lebih dari US$4 miliar.

Properti-properti tersebut sebenarnya telah berada di bawah perintah penahan (restraint order) Pengadilan Kerajaan Guernsey sejak November 2021, sehari setelah investigasi BBC mengungkap bagaimana perusahaan cangkang digunakan untuk menyamarkan kepemilikan aset Ignatova.

Hingga kini, keberadaan Ignatova masih menjadi misteri setelah ia menghilang delapan tahun lalu, hanya beberapa hari setelah surat perintah penangkapan diterbitkan oleh otoritas AS. FBI telah memasukkannya ke dalam daftar "Sepuluh Buronan Paling Dicari" dan pada 2024 meningkatkan hadiah bagi informasi penangkapannya hingga US$ 5 juta.

Meski FBI menduga ia mungkin bepergian dengan pengawal bersenjata atau telah melakukan operasi plastik, investigasi terpisah mengungkap dugaan bahwa ia mungkin telah dibunuh oleh tokoh mafia Bulgaria yang bertanggung jawab atas keamanannya, meskipun laporan penampakan dirinya masih muncul hingga tahun ini di Afrika Selatan.

Aplikasi penyitaan aset ini dijadwalkan akan disidangkan penuh oleh Pengadilan Kerajaan Guernsey pada 13 Januari 2026. (SF)