Laba CFIN tertekan akibat pendapatan menyusut 9,3% di 2025

Kamis, 26 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), emiten pembiayaan konsumer milik Bank Panin, membukukan laba bersih sebesar Rp212,21 miliar pada 2025.

Perolehan itu turun 1,2% secara tahunan atau dari 2024, di mana CFIN mencetak laba bersih Rp214,8 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, penurunan laba CFIN sejalan dengan kinerja pendapatan yang menyusut 9,29% secara tahunan menjadi Rp1,62 triliun. Sebagian besar diakibatkan oleh kontraksi pendapatan pembiayaan konsumen sebesar 9,84%.

Di sisi lain, keuntungan CFIN dari penjualan aset tetap dan sewa operasi turun 80,9% menjadi Rp803,6 juta. Sedangkan pendapatan bunga turun 15% menjadi Rp872 juta dan pendapatan lain turun 11% menjadi Rp347,6 miliar.

Meski pendapatannya menyusut, CFIN melakukan efisiensi operasi pada 2025. Beban operasi perseroan turun 10,75% menjadi Rp1,35 triliun, sementara kerugian penurunan nilai aset keuangan juga turun 5,85% menjadi Rp572,8 miliar.

Menurut data IDNFinancials.com, Bank Panin saat ini menjadi pemegang saham pengendali CFIN dengan porsi kepemilikan 51,49%.

Lo Kheng Hong, investor individu yang terkenal dengan strategi value investing, sempat mengoleksi saham CFIN sejak 2021 hingga 2023. Namun namanya tak lagi muncul sebagai pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 5% per 30 Januari 2026.

Meskipun kinerja keuangan melambat, saham CFIN mencatat kenaikan lebih dari 15% dalam setahun terakhir. Sedangkan pada perdagangan hari ini, harga sahamnya bertahan di Rp338 per lembar hingga pukul 14.40 WIB, mencerminkan valuasi 6,35 kali di atas laba per sahamnya. (KR)