Harga batu bara melemah, laba ITMG anjlok 48,96%

Kamis, 26 Februari 2026

image

JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat laba bersih US$190,94 juta hingga akhir Desember 2025. Capaian ini turun 48,96% dibandingkan laba bersih akhir 2024 sebesar US$374,11 juta.

Sejalan dengan penurunan laba, laba per saham dasar dan dilusian turun 48,5%, dari US$0,33 menjadi US$0,17.

Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit, pendapatan bersih ITMG mencapai US$1,88 miliar, turun sekitar 18,3% dari US$2,3 miliar pada 2024.

Pendapatan tersebut berasal dari penjualan batu bara ke pihak ketiga US$1,84 miliar, penjualan ke pihak berelasi US$18,19 juta, jasa pihak ketiga US$4,64 juta, serta keuntungan transaksi swap batu bara US$10,56 juta.

Pelanggan utama pihak ketiga antara lain China Bai Gui International Trade Ltd. dengan nilai transaksi US$213,02 juta dan Marubeni Corporation sebesar US$188,36 juta.

Di sisi biaya, beban pokok pendapatan turun 13,1% menjadi US$1,39 miliar dari sebelumnya US$1,6 miliar. Meski demikian, laba kotor tetap turun 30,9% menjadi US$482,83 juta dari US$698,81 juta.

Hingga akhir 2025, total aset ITMG tercatat US$2,41 miliar, terdiri dari liabilitas US$497,73 juta dan ekuitas US$1,91 miliar.

Sebagai informasi, seperti diberitakan IDNFinancial.com,  ITMG menghabiskan Rp12,57 miliar untuk kegiatan eksplorasi tambang batu bara pada periode Oktober hingga Desember 2025. 

Eksplorasi berlangsung di Blok Selatan, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. PT Trubaindo Coal Mining melakukan pengeboran preproduksi dengan menunjuk PT Cosyindo Teknik sebagai kontraktor teknik. Sementara eksplorasi di Blok Selatan SB3 masih menunggu persetujuan izin PPKH Eksplorasi dari KLHK, dengan biaya Rp1,85 miliar. (DH)