Ekonom Moodys Mark Zandi: Pasar jauh dari fundamental, bisa koreksi

Kamis, 26 Februari 2026

image

JAKARTA - Kepala Ekonom Moody’s Analytics, Mark Zandi, memperingatkan adanya ketidakterhubungan yang semakin lebar antara pasar saham dan kondisi ekonomi riil.

Ia menilai pasar bergerak jauh melampaui fundamental, sehingga meningkatkan risiko koreksi tajam pada 2026.

Dikutip businessinsider,   Mark Zandi, menyebut pasar saham tetap berada di level tinggi meskipun sejumlah indikator ekonomi mulai melemah, termasuk pertumbuhan lapangan kerja, belanja konsumen, dan aktivitas ekonomi di tingkat regional. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan pasar tidak lagi mencerminkan kesehatan ekonomi secara menyeluruh.

Risiko utama yang disoroti adalah rapuhnya efek kekayaan. Zandi menilai konsumsi rumah tangga saat ini sangat bergantung pada kenaikan nilai aset finansial. Jika pasar saham terkoreksi signifikan, belanja masyarakat berpotensi turun tajam dan langsung menekan pertumbuhan ekonomi.

Ia juga menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam menopang pasar saham. Reli pasar dinilai terkonsentrasi pada saham-saham teknologi, sementara dampak ekonomi AI belum terasa luas dalam waktu dekat. Pada saat yang sama, tekanan biaya hidup dan kebijakan perdagangan mulai membebani rumah tangga berpendapatan menengah dan rendah.

Ketidakpastian geopolitik dan kebijakan tarif turut menjadi faktor risiko. Zandi menilai gangguan rantai pasok dan hambatan perdagangan dapat menjadi pemicu utama hilangnya kepercayaan pasar, terutama mengingat ketergantungan perusahaan besar terhadap perdagangan global.

Zandi menegaskan risiko koreksi pasar tetap tinggi jika penyesuaian tidak terjadi. Ia menyatakan, “Pasar saat ini bergerak berdasarkan narasi yang terputus dari realitas; jika fundamental ekonomi terus melemah sementara harga aset tetap tinggi, maka koreksi tajam yang menyakitkan hanyalah masalah waktu.”(DH)