IHSG turun 1,04% akibat kekhawatiran tarif AS, rupiah tetap menguat
Kamis, 26 Februari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun kehilangan 86,97 poin dan tutup di level 8.235,26 pada perdagangan Kamis (26/2) hari ini, setelah menyentuh level terendahnya di 8.139.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp28,14 triliun, yang melibatkan transaksi sebanyak 3,14 kali.
Seluruh indeks sektoral terpantau melemah, dengan penurunan paling dalam pada transportasi yang mencapai 4,54% dan konsumer siklikal turun 2,59%.
Saham dari sektor transportasi dengan kapitalisasi pasar terbesar yaitu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), ditutup melemah 1,19% ke Rp83 per lembar. Nemun penurunan ini juga diikuti oleh PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) yang mencapai 14,53%.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penurunan IHSG hari ini dipicu sentimen negatif dari Amerika Serikat (AS), yang akan memberlakukan tarif atas sel dan panel surya dari India, Indonesia, dan Laos.
Departemen Perdagangan AS menilai produk sel dan panel surya dari ketiga negara ini perlu dikenakan tarif, karena mereka telah mendapat perlindungan subsidi dari negara asalnya.
Secara teknikal, analis Phintraco menilai penurunan IHSG masih tertahan di level MA20 yang berada di kisaran 8.204. Namun risiko penurunan dinilai masih terbuka, dengan penyempitan histogram positif pada indikator MACD.
“Sehingga IHSG masih berpotensi lanjutkan pelemahan menuju level 8.150 pada perdagangan Jumat (27/2),” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan setelah penutupan perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham di kawasan emerging market Asia pada hari ini juga bergerak campuran.
KOSPI Korea Selatan memimpin dengan penguatan 3,67%, SET Thailand naik 1,13%, dan PSEi Filipina naik tipis 0,08%. Namun Nifty India turun 0,3%, KLCI Malaysia turun 0,39%, dan Hang Seng turun 1,44%.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,24% ke Rp16.759. Sejumlah mata uang Asia lainnya juga menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,22%, ringgit Malaysia naik 0,11%, dan rupee India naik 0,06%. (KR)