Bisnis tambang seret di 2025, laba UNTR merosot 24%
Jumat, 27 Februari 2026

JAKARTA – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencetak laba bersih Rp14,81 triliun pada tahun buku 2025.
“Laba bersih perseroan turun 24% menjadi Rp14,8 triliun, disebabkan oleh penurunan kontribusi dari segmen kontraktor penambangan yang terkendala curah hujan tinggi,” jelas Manajemen UNTR, dalam keterangan yang disampaikan pada Kamis (26/2) kemarin.
Di sisi lain, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini juga mengakui adanya tekanan pada bisnis tambang batu bara termal dan metalurgi, yang menghadapi rendahnya harga jual batu bara. Namun manajemen mengaku hal ini dapat diimbangi oleh kenaikan harga jual emas.
Penurunan laba UNTR sejalan dengan kinerja pendapatan yang mencapai Rp131,3 triliun pada 2025, turun 2% dari tahun sebelumnya.
Bisnis kontraktor pertambangan, yang menyumbang 41,2% terhadap total pendapatan UNTR, menghasilkan Rp54,1 triliun. Pendapatan dari segmen ini turun 7% secara tahunan.
Pendapatan dari segmen mesin konstruksi juga turun 2% secara tahunan menjadi Rp36,6 triliun, serta dari segmen pertambangan batu bara termal & metalurgi turun 7% menjadi Rp24,2 triliun.
Sedangkan pendapatan dari bisnis pertambangan emas dan mineral lain, meningkat 41% menjadi Rp14 triliun. Namun lini bisnis ini hanya menyumbang 10,7% terhadap total pendapatan UNTR di 2025.
Menurut data IDNFinancials.com, penurunan laba bersih UNTR menekan Earning Per Share (EPS) menjadi Rp4.082.
Harga saham emiten berkapitalisasi pasar terbesar di sektor industri ini, turun 3,49% ke Rp30.400 per lembar pada perdagangan Kamis, mencerminkan Price to Earnings (PER) sekitar 7,45 kali. (KR)