Sinyal pemangkasan Fed Rate menguat, IHSG kini hadapi aksi jual asing
Senin, 24 November 2025

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak di area konsolidasi perdagangan hari ini, setelah mayoritas indeks Wall Street naik signifikan pada akhir pekan kemarin.
Riset Phintraco Sekuritas menyebut penguatan di Wall Street pada Jumat kemarin, merupakan reaksi pasar atas komentar Presiden Federal Reserve (The Fed) New York John Williams, yang mengusulkan penurunan suku bunga pada Desember 2025.
Probabilitas pemangkasan suku bunga naik menjadi lebih dari 70% berdasarkan CME FedWatch, setelah Williams menyampaikan pidatonya dalam pertemuan bersama Bank Sentral Chile.
Dari dalam negeri, defisit APBN 2025 mencapai Rp479,7 triliun atau 2,02% dari PDB hingga Oktober, seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya.
Secara teknikal, analis Phintraco menilai indikator MACD pada IHSG akan membentuk death cross, yang diikuti posisi Stochastic RSI pada area pivot.
“Sehingga IHSG diperkirakan berkonsolidasi dalam kisaran 8.350–8.450 dalam jangka pendek, selama belum mampu ditutup di atas 8.450 dengan dukungan volume dan katalis baru,” jelas analis Phintraco, dalam risetnya.
Sementara itu riset analis CGS International Sekuritas Indonesia juga menyebut prospek pemangkasan suku bunga The Fed akan jadi sentimen positif bagi pasar.
Meskipun demikian, analis CGS International menilai aksi jual asing pada perdagangan Jumat lalu dan penurunan harga komoditas berpeluang menambah volatilitas di pasar.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat, dengan support 8.360/8.305 dan resist 8.470/8.525,” ungkap analis CGS International dalam risetnya. (KR)