Laba ENRG naik 21% didukung peningkatan produksi 4 blok inti

Jumat, 27 Februari 2026

image

JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencetak laba bersih US$91,53 juta pada tahun buku 2025, meningkat 21% secara tahunan atau dari US$75,39 juta pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama ENRG, Syailendra S. Bakrie, mengatakan pertumbuhan itu sebagai hasil dari peningkatan kapasitas produksi dan aset perusahaan.

“Pada 2025, kami menginvestasikan lebih dari US$250 juta untuk program eksplorasi dan pengembangan di seluruh aset produksi kami,” jelas Syailendra, dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada IDNFinancials.com pada Jumat (27/2) hari ini.

Sementara itu Wakil Direktur Utama ENRG, Edoardus Ardianto, mengatakan pertumbuhan double digit itu dicapai dengan optimalisasi aset yang ada, alokasi modal yang disiplin, dan pengelolaan keuangan yang prudent.

“Selain itu, keberhasilan penerbitan obligasi kami pada kuartal pertama tahun 2026 akan menurunkan biaya pendanaan perseroan ke depan,” kata Edoardus, dalam keterangan yang sama.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan, pertumbuhan laba ENRG di 2025 ditopang oleh penjualan bersih yang mencapai US$498,12 juta, tumbuh 6,57% secara tahunan.

Pertumbuhan itu juga diikuti dengan efisiensi beban pokok penjualan ENRG yang mencapai US$316,64 juta, lebih rendah 0,85% secara tahunan atau dari US$319,36 juta.

Terdapat empat wilayah kerja atau blok migas yang menjadi kontributor utama pendapatan ENRG pada 2025. Bentu menjadi kontributor terbesar pendapatan ENRG 2025 dengan porsi 31,11%, disusul Malacca Strait 20,15%, Kangean 19,23%, dan Sengkang 12,52%.

Blok Kangean dan Malacca Strait memiliki cadangan terbukti paling besar bagi ENRG, masing-masing di atas 270 ribu MBOE (Thousand Barrels Oil Equivalent). Sementara cadangan terbukti di blok Bentu dan Sengkang berada di bawah 100 ribu MBOE. (KR)