The Fed Chicago: Tahun ini bunga bisa turun beberapa kali
Jumat, 27 Februari 2026

JAKARTA - Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan proyeksi pemangkasan suku bunga beberapa kali pada 2026 menjadikannya salah satu pembuat kebijakan yang lebih “optimistis”.
Namun, ia menegaskan bank sentral harus berhati-hati agar pelonggaran kebijakan tidak memicu overheating ekonomi dan inflasi.
"Saya memiliki keyakinan bahwa suku bunga dapat turun beberapa kali lagi tahun ini pada 2026," kata Goolsbee dalam wawancara dengan Fox News, dikutip reuters (26/02).
"Saya hanya tidak ingin melakukannya terlalu cepat sebelum kita benar-benar memiliki bukti bahwa inflasi sedang menuju kembali ke target 2%."
Ia mengatakan peluang penurunan suku bunga tetap terbuka, tetapi belum akan dilakukan dalam waktu dekat karena The Fed masih menilai perkembangan inflasi.
"Saya optimis bahwa pada akhir tahun 2026 akan tepat jika (suku bunga kebijakan) turun beberapa kali lagi," ujar Goolsbee.
Menurutnya, kebijakan moneter harus didasarkan pada data inflasi yang jelas menunjukkan tren penurunan menuju target 2%.
Ia juga memperingatkan agar keputusan tidak dibuat berdasarkan ekspektasi pertumbuhan produktivitas, termasuk dari investasi kecerdasan buatan, sebelum dampaknya terlihat dalam data ekonomi.
Inflasi saat ini masih sekitar satu poin persentase di atas target bank sentral. Kondisi tersebut menjadi alasan utama The Fed belum mempercepat pemangkasan suku bunga.
Selain itu, pasar tenaga kerja AS masih stabil dengan tingkat pengangguran relatif rendah, sehingga belum ada tekanan mendesak untuk melonggarkan kebijakan guna mendukung lapangan kerja.
Goolsbee juga menyoroti potensi dampak tarif impor terhadap inflasi. Meski dampaknya diperkirakan akan berkurang, ia mengatakan bank sentral tetap mencermati risiko tekanan harga dari faktor eksternal.
"Kita harus melihat buktinya terlebih dahulu dalam data yang akan datang. Saya masih berpikir beberapa pemangkasan suku bunga bisa terjadi di 2026, tapi kita harus bersikap waspada," katanya.
Ia menegaskan keputusan suku bunga ke depan akan bergantung pada data inflasi dan perkembangan ekonomi.(DH)