Semarop Agung beli 2 juta saham SMRA, kini kuasai 22,91%

Jumat, 27 Februari 2026

image

JAKARTA – Daftar perubahan kepemilikan saham di atas 5% di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/2), menampilkan pembelian 123,91 juta saham emiten bank digital PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) oleh A5-DB Holdings Pte Ltd.

Investor asing berbasis di Singapura ini merepresentasikan kepentingan Grab dengan menaikkan kepemilikannya ke 15,04%, setelah membeli saham-saham tersebut lewat PT Mandiri Sekuritas.

Selanjutnya, emiten penyedia mesin konstruksi dan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) kembali melancarkan buyback saham dengan membeli 1,99 juta saham lewat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), sehingga kini saham treasurinya di kisaran 5,1%.

PT Matra Tri Abadi memborong 90,68 juta saham perusahaan digital PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), sehingga kendalinya naik ke 61,92%. Pembelian ini dilakukan lewat PT Yakin Bertumbuh Sekuritas.

Dua juta lembar saham emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dibeli oleh PT Semarop Agung, yang kini memegang 22,91% saham. PT Indo Premier Sekuritas memfasilitasi pembelian tersebut. 

Penambahan saham terakhir dicatat dari PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Lo Kheng Hong menambah kepemilikannya di produsen ban ini sebanyak 1,39 juta lembar. Ia membeli saham lewat PT Sinarmas Sekuritas dengan total kepemilikan 6,02%.

Di sisi lain, dua investor perusahaan kontraktor sipil dan pertambangan PT Hillcon Tbk (HILL) justru menjual saham.

  • PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) memfasilitasi sendiri transaksi jual 468,18 juta lembar HILL, membuat kepemilikannya turun menjadi 5,17%.

  • PT CGS International Sekuritas Indonesia menjual 283,06 juta HILL, dengan sisa saham 18,43%. Penjualan dilakukan lewat PT CGS International Sekuritas Indonesia.

Selain itu, lima juta lembar saham emiten pertambangan nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dilepas oleh investor asing Citibank Hong Kong S/A Glencore International Investments Ltd. Porsinya pun turun tipis ke 6,51% setelah menjual saham lewat Citibank, N.A.

PT Samuel Tumbuh Bersama mengurangi sahamnya di produsen kelapa sawit PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) sebanyak 2,42 juta lembar lewat PT Samuel Sekuritas Indonesia, mengikis kepemilikannya menjadi 39,08%.

Pengurangan saham terakhir dipantau dari emiten layanan helikopter PT Jaya Trishindo Tbk (HELI), di mana PT Avia Nusantara Khatulistiwa menjual 4,93 juta saham melalui PT UOB Kay Hian Sekuritas, dengan sisa saham di kisaran 27,03%. (KD/ZH)

Ingin tahu daftar perubahan pemegang saham di atas 5% lebih lengkap? Lihat di sini.