Beban bengkak buat VKTR rugi Rp11,37 miliar meski pendapatan tumbuh

Jumat, 27 Februari 2026

image

JAKARTA - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten kendaraan listrik Bakrie Group, mencatat rugi bersih sebesar Rp11,36 miliar pada tahun buku 2025, setelah tahun lalu membukukan laba bersih Rp7,56 miliar.

Di sisi lain, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, penjualan neto VKTR sebenarnya bertumbuh 8,57% menjadi Rp1,09 triliun.

Pertumbuhan ini terutama terlihat pada segmen penjualan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai kepada pihak ketiga. Walau hanya berkontribusi sekitar 21,1% terhadap penjualan, kinerja segmen ini melesat 59,98% menjadi Rp230,76 miliar.

Sementara itu, meski merupakan pilar utama pendapatan VKTR, kontribusi perdagangan komponen suku cadang dan besi bekas pada pihak ketiga relatif stagnan di Rp863,12 miliar.

Kemudian, beban pokok penjualan VKTR pun hanya naik 8,12% menjadi Rp892,62 miliar, membuat laba bersihnya masih mampu bertumbuh 10,36% menjadi Rp196,61 miliar.

Namun, pembengkakan pos biaya umum dan administrasi serta beban keuangan membuat kinerja VKTR tertekan.

Di sisi neraca, total aset VKTR per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,79 triliun, naik 11,8%. Baik liabilitas maupun ekuitas VKTR tumbuh, masing-masing 22,17% dan 7,83% menjadi Rp553,02 miliar dan Rp1,24 triliun.

Pada perdagangan hari ini, Jumat (27/2), hingga pukul 13.57 WIB, harga saham VKTR naik 1,67% ke level Rp915 per lembar.

Namun, jika dilihat selama lima hari terakhir, saham VKTR turun 12,02%, bahkan merosot 29,34% dalam sebulan. (DK/ZH)