Penjualan kue melesat, laba Sari Roti tetap ambles 28,7% di 2026
Jumat, 27 Februari 2026

JAKARTA – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), atau yang lebih dikenal dengan produsen Sari Roti, membukukan laba bersih 2025 ambles 28,7% secara tahunan menjadi Rp258,5 miliar.
Berdasarkan Laporan Keuangan 2025, pendapatan ROTI sebenarnya hanya merosot 4,4% menjadi Rp3,8 triliun pada akhir Desember.
Penjualan produk kue dan produk lainnya berhasil tumbuh double digit. Namun, penjualan dua produk utama ROTI, yaitu roti tawar dan roti manis, justru melandai masing-masing 7,1% dan 1,2%.
Sebagai catatan produk roti tawar dan roti manis mewakili nyaris 90% dari total penjualan ROTI, sehingga hal ini membuat kinerja pendapatan Perseroan cenderung tertekan.
PT Indomarco Prismatama (Indomaret) menjadi pelanggan dengan kontribusi tertinggi pada penjualan ROTI per 2025, mencapai 34,67%. Sedangkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart, hanya menyumbang 25,35% penjualan.
Meski pendapatan turun 4,4%, penyusutan beban pokok penjualan hanya mencapai 1,2%, sehingga menekan kinerja laba dan marginnya.
Margin laba kotor merosot dari 54,6% menjadi 53,1%, sedangkan margin laba bersih ambles dari 9,2% menjdi 6,9%.
Aset ROTI pun menyusut 5,6% menjadi Rp3,5 triliun pada akhir 2025, dengan kas dan setara kas Rp270,5 miliar, yang menyusut drastis dari Rp430,9 per Desember 2024 lalu. Ekuitas tercatat di level Rp2,0 triliun. (ZH)