Goldman Sachs naikkan target harga emas ke US$5.400 di 2026

Jumat, 27 Februari 2026

image

JAKARTA – Goldman Sachs menaikkan target harga emas untuk akhir 2026 menjadi US$5.400 per troi ons, dari sebelumnya US$4.900, seiring reli kuat logam mulia tersebut.

Setelah sempat menyentuh rekor sekitar US$5.589 pada akhir Januari 2026, harga emas kini bertahan di atas US$5.000 dan diperdagangkan sekitar US$5.187 per troi ons per 25 Februari, mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Seperti dikutip The Street, bank investasi itu menegaskan bahwa lonjakan emas bukanlah tanda supercycle komoditas yang lebih luas. Kenaikan proyeksi didorong oleh perubahan pola pembelian dan motif investor.

ETF emas di negara Barat tercatat menambah sekitar 500 ton sejak awal 2025, melampaui ekspektasi yang sebelumnya hanya berdasarkan pemangkasan suku bunga.

Selain itu, individu dengan kekayaan tinggi dan family office memborong emas fisik, sementara institusi membeli call option ETF emas sebagai lindung nilai terhadap risiko pelemahan nilai mata uang (debasement trade), kekhawatiran defisit fiskal jangka panjang, serta independensi bank sentral di negara-negara Barat.

Goldman menyebut posisi ini “sticky” karena didorong oleh risiko makro struktural, bukan sekadar sentimen jangka pendek.

Permintaan emas juga didukung oleh bank sentral. Goldman memperkirakan pembelian rata-rata 60 ton per bulan sepanjang 2026, terutama oleh negara berkembang yang melakukan diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS.

Bank sentral China bahkan memperpanjang pembelian emas selama 15 bulan berturut-turut hingga Januari 2026, menegaskan kuatnya tren permintaan global. (DK)