IHSG stagnan hadapi rebalancing MSCI, rupiah melemah

Jumat, 27 Februari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tutup di level 8.235,49 atau cenderung stagnan pada perdagangan terakhir Februari, setelah sempat turun sekitar 1,7% pada pembukaan perdagangan.

Total transaksi di pasar saham mencapai Rp38,35 triliun, melibatkan perdagangan 47,64 miliar lembar saham.

Sebagian besar sektor menguat, dengan kenaikan paling tinggi dari sektor industri yang mencapai 4,48%. Sedangkan sektor dengan penurunan paling dalam hari ini yaitu keuangan, yang mencapai 0,83%.

Analis Phintraco Sekuritas menilai tekanan pada pasar saham datang dari berbagai penjuru. Mulai dari isu tarif Amerika Serikat (AS), peringatan lembaga pemeringkat akan risiko fiskal Indonesia, serta momentum rebalancing MSCI di akhir bulan ini.

“Secara teknikal, penyempitan histogram positif MACD berlanjut dan Stochastic RSI bergerak ke arah pivot area,” jelas analis Phintraco, dengan perkiraan indeks akan bergerak di rentang 8.100-8.350 di perdagangan berikutnya.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, MSCI menyampaikan perubahan atas sejumlah saham asal Indonesia dari daftar indeks mereka. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun kelas dari MSCI Global Standard Indexes ke Global Small Cap Indexes, kemudian PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) keluar dari Global Small Cap Indexes.

Perubahan ini efektif setelah penutupan perdagangan Jumat hari ini, atau mulai perdagangan 2 Maret 2026.

Indeks saham lain seperti LQ45 juga menghadapi tekanan dan melemah 0,42%. Jakarta Islamic Indeks (JII) melemah 1,05% dan ISSI (Indonesia Sharia Stock Indeks) menguat 0,09%.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah kembali melemah 0,17% ke level Rp16.787 per dolar AS, setelah menguat dalam beberapa hari terakhir. (KR)