Menteri Belanda sudah ragukan efektivitas intervensi Nexperia
Senin, 24 November 2025

JAKARTA - Media NOS.nl memperoleh sebuah surat yang mengungkap bahwa Menteri Ekonomi Belanda, Karremans, sempat meragukan efektivitas intervensi pemerintah Belanda terhadap produsen chip Nexperia milik perusahaan China.Intervensi tersebut dilakukan berdasarkan undang-undang tahun 1952 yang sebelumnya belum pernah digunakan, dengan tujuan menghentikan keputusan yang berpotensi mengancam produksi chip di Eropa.Dalam surat itu, Karremans menyatakan kekhawatiran bahwa perintahnya mungkin akan diabaikan dan bahwa proses bisnis penting bisa hilang apabila dipindahkan keuar Eropa.Intervensi itu dikeluarkan satu hari sebelum sidang di Ondernemingskamer, pengadilan korporasi khusus, yang akhirnya menangguhkan direktur asal Tiongkok di Nexperia.Karremans memperingatkan bahwa “proses bisnis, barang, dan pengetahuan penting” dapat segera berpindah ke luar Eropa dan menciptakan “situasi yang secara faktual tidak dapat dibalikkan.”Seperti dikutip nltimes.nl, Karremans menambahkan bahwa tindakan cepat dari Ondernemingskamer dapat mencegah hal tersebut.Kekhawatiran terhadap direktur asal Tiongkok itu membuat beberapa anggota dewan Nexperia mengajukan permohonan ke Ondernemingskamer pada 1 Oktober, sehari setelah perintah Karremans terbit.Pada hari yang sama, pengacara pemerintah mengirim surat ke pengadilan yang menyampaikan kekhawatiran menteri bahwa perintah itu mungkin tidak akan dipatuhi, dengan catatan bahwa hal tersebut “sama sekali tidak pasti.”Karremans tetap menegaskan bahwa intervensinya perlu dilakukan dan tidak berkaitan langsung dengan proses di pengadilan.Juru bicaranya mengatakan, proses hukum ini hanya mempertimbangkan kepentingan perusahaan, sementara keputusan menteri menyangkut kepentingan publik yang lebih luas. Karremans menambahkan, “Menteri tidak memerlukan Ondernemingskamer agar dekrit tersebut berjalan efektif.”Namun, para ahli independen mempertanyakan mengapa Karremans begitu cepat meragukan efektivitas keputusannya.“Aneh bahwa menteri secepat itu meragukan langkah yang ia buat sendiri,” kata Harm-Jan de Kluiver, Profesor Hukum Korporasi Universitas Amsterdam, kepada NOS.“Ia seharusnya tahu bahwa langkah seperti ini pasti memicu reaksi balik.”Sementara Profesor Steef Bartman menilai surat itu menunjukkan ketidakpastian mendalam dari sang menteri mengenai instrumen hukum yang ia gunakan. “Ia ingin bertindak cepat dan tegas, dan gugatan itu menjadi cara lain untuk mencapai tujuannya.”Ondernemingskamer akhirnya menangguhkan direktur asal Tiongkok tersebut pada hari yang sama.Meski demikian, Karremans tidak langsung mencabut intervensinya, yang telah menimbulkan ketegangan dengan Tiongkok karena sebagian besar chip Nexperia diproduksi di fasilitas Tiongkok yang kemudian terkena blokir ekspor, sehingga berdampak pada produsen mobil Belanda. (DK)