Aset HSBC Indonesia jadi rebutan, valuasi di atas US$200 juta
Sabtu, 28 Februari 2026

JAKARTA - Sejumlah bank regional bersiap mengikuti proses penawaran atas bisnis ritel HSBC Holdings Plc di Indonesia, menyusul langkah HSBC yang tengah melakukan evaluasi strategis terhadap unit bisnis konsumer di sejumlah negara.
Dikutip Bloomberg, Kamis (26/2), bank-bank yang disebut terlibat antara lain DBS Group Holdings Ltd., Oversea-Chinese Banking Corp., United Overseas Bank Ltd., CIMB Group Holdings Bhd., dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc..
Periode penawaran yang bersifat mengikat dijadwalkan pada pertengahan Maret, dengan valuasi aset HSBC Indonesia yang diperkirakan melampaui US$200 juta.
HSBC menyatakan masih melakukan tinjauan atas bisnis ritel di Australia, Indonesia, dan Mesir. CEO HSBC, Georges Elhedery, sejak 2024 telah menjalankan restrukturisasi bisnis dengan efisiensi manajemen, serta menyederhanakan struktur menjadi empat divisi utama. Sejumlah lini usaha non-inti juga telah dilepas.
Indonesia dinilai menarik karena pertumbuhan ekonominya mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Di saat yang sama, bank global seperti Citigroup Inc. merampingkan portofolio dan melepas aset non-strategis.
ANZ Group Holdings Ltd. sebelumnya juga mempertimbangkan opsi atas kepemilikannya di PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).
Sebagai informasi, HSBC telah beroperasi di Indonesia sejak 1884. Unit lokalnya, PT Bank HSBC Indonesia, memiliki sekitar 2.300 karyawan dan 28 cabang yang melayani nasabah ritel dan korporasi. Pada 2022, perseroan sempat mengkaji opsi penawaran umum perdana (IPO) untuk bisnisnya di Indonesia. (DH/KR)