Dalam sepekan IHSG turun 0,44%, MEGA-BMRI jadi penopang

Sabtu, 28 Februari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan periode 23–27 Februari 2026 dengan pelemahan sebesar 0,44% ke level 8.235,485 dari posisi pekan sebelumnya di 8.271,767.Selama sepekan, IHSG bergerak di rentang 8.093,749 hingga 8.437,089. Meski terkoreksi tipis, sejumlah saham sektor perbankan dan industri masih menjadi penopang utama indeks.

Dari sektor perbankan, saham PT Bank Mega Tbk (MEGA) menjadi penggerak terbesar IHSG setelah melonjak 40,48% dan menyumbang 14,85 poin terhadap indeks.

Disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang naik 2,93% dengan kontribusi 11,65 poin, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menguat 1,82% dan menambah 11,01 poin.

Kenaikan juga dicatat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNBR) yang melesat 76,86% dan berkontribusi 9,89 poin. Selain itu, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) naik 18,37% (+8,97 poin) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 2,17% (+6,48 poin).

Sebaliknya, tekanan terbesar terhadap IHSG datang dari saham-saham sektor energi dan tambang. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi penekan utama setelah turun 9,28% dan memangkas indeks sebesar 28,58 poin.

Diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang melemah 8,49% (-13,44 poin), serta PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang turun 15,54% dan menggerus 9,49 poin indeks. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga terkoreksi 12,24% dengan kontribusi negatif 9,35 poin.

Secara sektoral, sektor industri mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,24%, disusul bahan baku 3,21% dan keuangan 1,08%. Sementara itu, sektor transportasi & logistik menjadi yang terlemah dengan penurunan 3,94%, diikuti infrastruktur (-3,08%) dan energi (-2,71%).

Sepanjang pekan, total nilai transaksi saham tercatat Rp149,76 triliun dengan volume 255,08 miliar saham dan frekuensi 14,74 juta kali transaksi. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp4,91 triliun di pasar reguler. (DK)