PGAS angkat Arief Kurnia Risdianto sebagai Direktur Utama, siapa dia?

Kamis, 28 Agustus 2025

image

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) merombak susunan direksi dan dewan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 27 Agustus 2025. Corporate Secretary PGAS, Fajriyah Usman, mengatakan kepemimpinan baru diharapkan mampu menakhodai perseroan di tengah volatilitas ekonomi dan dinamika sektor energi, sekaligus menjaga peran strategis PGN sebagai penyalur gas bumi. “Kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran komisaris dan direksi sebelumnya yang telah membawa PGAS mencapai kinerja terbaik dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis, Rabu (27/8). Fajriyah menambahkan, manajemen baru PGAS berkomitmen melanjutkan pengembangan infrastruktur gas bumi terintegrasi serta memperluas diversifikasi bisnis untuk mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission. Berikut ini susunan Dewan Komisaris dan Direksi PGAS terbaru: Dewan Komisaris:

     • Komisaris Utama & Komisaris Independen: Tony Setia Boedi Hoesodo      • Komisaris: Edward Omar Sharif Hiariej      • Komisaris: Rambe Kamarulzaman      • Komisaris: Thanon Aria Dewangga      • Komisaris Independen: Conny Lolyta Rumondor      • Komisaris Independen: Widjono Hardjanto

Dewan Direksi:

     • Direktur Utama: Arief Kurnia Risdianto      • Direktur Keuangan: Catur Dermawan      • Direktur Komersial: Aldiansyah Idham      • Direktur Strategi & Pengembangan Bisnis: Mirza Mahendra      • Direktur Infrastruktur & Teknologi: Hery Murahmanta      • Direktur Manajemen Risiko: Eri Surya Kelana      • Direktur SDM & Penunjang Bisnis: Rachmat Hutama Menurut data IDNFinancials.com, PGAS sebagai emiten holding minyak dan gas bumi (migas) milik Pertamina telah membukukan laba bersih sebesar US$62 juta pada kuartal pertama 2025. Perolehan itu turun 49% secara tahunan, meskipun pendapatannya tumbuh 2% menjadi US$967 juta. Penurunan laba bersih PGAS ditengarai akibat lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 12% dan kerugian kurs yang mencapai US$20 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun IDNFinancials.com, Arief Kurnia Risdianto adalah lulusan sarjana Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang lulus pada tahun 2000.

Arief juga memperoleh gelar S2 di bidang Teknik Kelautan dari World Maritime University pada 2010.

Kariernya di Pertamina bermula saat ia bergabung ke Pertamina International Shipping (PIS) pada 2003 sebagai staf legal. Selama lebih dari 19 tahun di PIS, ia pernah menempati berbagai jabatan seperti Chartering Assistant Manager, Marine Region 1 Manager (Dumai), dan Ship Operation Manager.

Arief mulai menjabat sebagai Direktur Operasi PIS periode 2020-2022. Kariernya semakin menanjak ketika diangkat menjadi SVP President Logistics Integration & Optimization Pertamina pada 2022-2024).

Kemudian ia bergabung di PGAS sebagai Direktur Manajemen Risiko melalui RUPST 2024 sebelum kemudian dipromosikan menjadi Direktur Utama. (DK/KR)