Antisipasi lonjakan harga, OPEC+ naikkan produksi minyak 206 ribu bpd
Senin, 02 Maret 2026

JAKARTA - Pada hari Minggu (1/3), OPEC+ mengumumkan kenaikan kuota produksi minyak yang lebih tinggi dari perkiraan, beberapa hari setelah serangan AS dan Israel ke Teheran memicu aksi balasan Iran di seluruh Timur Tengah, menurut AFP.
Seeprti dikutip timesofindia.indiatimes, kelompok produsen minyak ini, yang mencakup Arab Saudi, Rusia, dan beberapa negara Teluk, menyatakan telah “menyetujui penyesuaian produksi sebesar 206 ribu barel per hari.”
“OPEC+ akan menerapkan penyesuaian ini mulai April,” kata pernyataan resmi mereka. Meskipun kartel tidak menyebut konflik Iran secara langsung, mereka menyatakan keputusan ini didorong oleh “proyeksi ekonomi global yang stabil dan fundamental pasar yang sehat saat ini.”
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, wilayah yang sangat penting bagi pasokan minyak dunia.
Sebelumnya, analis memperkirakan kenaikan yang lebih moderat, yaitu sekitar 137 ribu barel per hari.
Namun, Jorge Leon dari Rystad Energy memperingatkan bahwa kenaikan ini mungkin tidak cukup untuk mengimbangi dampak potensi ketegangan terhadap pasar minyak.
Ia menyoroti risiko gangguan di Selat Hormuz, jalur penting yang menyalurkan hampir seperempat pasokan minyak dunia.
Laporan menyebut Pengawal Revolusi Iran menghubungi kapal-kapal untuk menyatakan selat ditutup, dan televisi Iran menayangkan tanker minyak yang dibakar karena mencoba melewati selat secara “ilegal.”
“Jika minyak tidak bisa melewati Hormuz, tambahan 206 ribu barel per hari tidak banyak membantu pasar,” kata Leon. Ia menambahkan bahwa “logistik dan risiko transit saat ini lebih penting daripada target produksi.”
Leon juga menekankan bahwa keputusan OPEC+ “kemungkinan tidak akan menenangkan pasar,” karena harga akan dipengaruhi oleh perkembangan di Teluk dan arus pengiriman, bukan hanya peningkatan produksi yang relatif kecil.
Selain Rusia dan Arab Saudi, kelompok V8 ini mencakup Kuwait, Oman, Irak, dan Uni Emirat Arab, semuanya menjadi target serangan Iran untuk hari kedua berturut-turut pada Minggu. Aljazair dan Kazakhstan juga menjadi anggota kelompok ini. (DK)