Laba POWR turun 4,36% tertekan biaya bahan bakar pembangkit

Senin, 02 Maret 2026

image

JAKARTA – PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) membukukan laba bersih US$72,06 juta pada 2025, turun 4,36% secara tahunan atau dari US$75,34 juta pada 2024.

Padahal penjualan produsen listrik independen ini meningkat, meskipun terbatas akibat kenaikan beban bahan bakar pada 2025.

Menurut laporan keuangan yang disampaikan Minggu (1/3) kemarin, penjualan neto POWR naik 1,18% menjadi US$553,50 juta pada 2025.

Kenaikan ini ditopang penjualan ke pelanggan industri yang meningkat 5,73% menjadi US$498,16 juta pada 2025. Sementara penjualan ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN turun 27,07% menjadi US$55,34 juta.

Berdasarkan komposisi, pendapatan POWR dari PLN menyusut menjadi sekitar 10% dari total penjualan pada 2025. Di tahun sebelumnya, penjualan ke PLN setara 13,9% dari total pendapatan.

Di sisi lain, pendapatan POWR dari pelanggan industri meningkat jadi sekitar 90% pada 2025.

Dari sisi beban, biaya bahan bakar POWR meningkat 8,36% secara tahunan menjadi US$294,82 juta pada 2025. Lonjakan paling signifikan terjadi pada biaya bahan bakar solar yang meningkat lebih dari 5 kali lipat menjadi US$25,99 juta.

Beban biaya bahan bakar dari energi biomassa juga meningkat lebih dari 2 kali lipat menjadi US$12,17 juta pada 2025. Sebaliknya, beban biaya bahan bakar dari energi gas bumi turun tipis 1,75% menjadi US$171,32 juta dan batu bara turun 3,23% menjadi US$85,34 juta.

Dengan kenaikan biaya bahan bakar dan efisiensi yang dilakukan, margin laba bersih POWR sedikit menyusut jadi 13,02% pada 2025, dari 13,77% pada 2024.

Pada penutupan perdagangan Jumat (27/2) kemarin, harga saham POWR naik 2,03% ke Rp755 per lembar. Harga ini sekitar 9,78 kali lipat di atas laba per sahamnya yang berada di level US$0,0046 untuk tahun buku 2025. (KR)