Laba bersih SIDO naik 5% di 2025, potensi dividen naik?
Senin, 02 Maret 2026

JAKARTA – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), atau yang umum disebut Sido Muncul, membukukan laba bersih naik 4,97% secara tahunan menjadi Rp1,23 triliun di tahun 2025.
Hal ini ditopang penjualan yang tumbuh 4% menjadi Rp4,08 triliun. “Didukung permintaan domestik yang tetap stabil dan pertumbuhan ekspor sebesar 31%,” ujar manajemen SIDO dalam siaran resminya.
Segmen jamu herbal dan suplemen masih menjadi kontributor utama penjualan SIDO pada tahun ini dengan raihan Rp2,49 triliun (61,2%).
Segmen tersebut diikuti segmen makanan dan minuman dengan perolehan Rp1,46 triliun (35,7%), serta segmen farmasi Rp128,27 miliar (3,1%).
Dari segi profitabilitas, marjin laba kotor SIDO memang sedikit merosot, dari 58,7% menjadi 58%, namun marjin laba bersih masih mampu tumbuh dari 29,9% menjadi 30,1%.
Hingga akhir 2025, total aset SIDO tercatat Rp3,7 triliun, dengan kas dan setara kas menyusut signifikan hingga nyaris 50% menjadi Rp462,6 miliar.
“Penurunan dibanding tahun sebelumnya merupakan hasil keputusan alokasi modal yang strategis,” klaim manajemen lebih lanjut.
SIDO diketahui telah membagikan total dividen Rp1,28 triliun sepanjang tahun 2025 — terdiri dari dividen final 2024 sebesar Rp630 miliar dan dividen interim 2025 sebesar Rp647,5 miliar — serta buyback senilai Rp192 miliar pada periode Juni-September 2025.
Pada tahun buku 2024, SIDO mengalokasikan 100% laba bersihnya untuk dividen. Jika Perseroan melanjutkan kebijakan ini di tahun buku 2025, maka terdapat potensi dividen naik hingga 7,1% menjadi sekitar Rp41 per lembar.
Penentuan dividen final kemungkinan besar akan dibahas pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS), yang akan digelar pada Kamis, 9 April 2026. (ZH)