Laba LPPF turun 12,4% akibat tekanan di Jawa hingga Sumatra
Senin, 02 Maret 2026

JAKARTA - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatat laba bersih Rp725,4 miliar sepanjang 2025. Angka ini turun 12,4% dibandingkan Rp827,7 miliar pada 2024.
Penurunan laba ini membuat Earnings Per Share (EPS) LPPF melandai ke Rp324 pada akhir 2025, dari Rp366 pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit, pendapatan bersih LPPF mencapai Rp5,78 triliun, turun 9,6% dari Rp6,39 triliun pada tahun sebelumnya.
Penurunan terjadi di seluruh sumber pendapatan LPPF. Penjualan eceran menyusut 9,6% menjadi Rp3,3 triliun. Sedangkan penjualan konsinyasi turun 11,1% menjadi Rp2,4 triliun. Pendapatan jasa yang dihasilkan juga anjlok 35,4% menjadi Rp6,7 miliar.
Secara geografis, Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan LPPF pada 2025, dengan kontribusi Rp3,35 triliun atau sekitar 58% dari total pendapatan.
Kontributor terbesar kedua berasal dari Sumatera yang menyumbang Rp1,09 triliun atau sekitar 18,9% terhadap total pendapatan. Sementara pendapatan dari Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku sebesar Rp1,03 triliun, serta pendapatan dari wilayah lainnya Rp300,62 miliar.
Di sisi biaya, beban pokok pendapatan turun 7,5% menjadi Rp1,97 triliun pada 2025 dari Rp2,13 triliun pada 2024.
Adapun total aset LPPF per akhir Desember 2025 mencapai Rp5,13 triliun, turun 0,2% dari Rp5,14 triliun pada akhir 2024.
Liabilitas perseroan meningkat 1% menjadi Rp4,86 triliun, membuat total ekuitasnya turun 16,2% menjadi Rp272,9 miliar di akhir 2025. (DH/KR)