Dolar menguat, tekan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed
Senin, 02 Maret 2026

WASHINGTON - Dolar AS menguat terhadap seluruh mata uang utama lainnya setelah kenaikan harga minyak mendorong pelaku pasar memangkas ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tahun 2026 ini.
Indeks dolar versi Bloomberg sempat naik hingga 0,7% ke level tertinggi sejak awal Februari, menyusul lonjakan harga minyak mentah setelah serangan akhir pekan terhadap Iran oleh AS dan Israel, mengutip dari Bloomberg.
Dampak inflasi dari kenaikan harga energi membuat trader swap kini memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed sekitar 59 basis poin tahun ini, turun dari 61 basis poin pada Jumat (27/2) lalu.
Menurut Gareth Berry, analis strategi di Macquarie Group yang berbasis di Singapura, kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa pasar menilai The Fed kemungkinan akan lebih berhati-hati untuk memangkas suku bunga jika lonjakan harga minyak berlanjut dan meningkatkan tekanan inflasi di AS.
Penguatan dolar juga didorong oleh memburuknya sentimen risiko global. Kontrak berjangka indeks S&P 500 turun 1,5% setelah pejabat keamanan nasional Iran menyatakan negaranya tidak akan bernegosiasi dengan AS.
Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kampanye pengeboman terhadap Iran akan terus berlanjut hingga tujuannya tercapai, serta mendesak para pemimpin Iran untuk menyerah.
Pada perdagangan Senin (2/3), selain emas, dolar menjadi salah satu aset safe haven tradisional yang menguat. Sementara itu, obligasi pemerintah AS (Treasuries), yen Jepang, dan franc Swiss justru melemah. (DK)