Rupiah melemah ke Rp16.868 per dolar AS dipicu ketegangan Timur Tengah
Senin, 02 Maret 2026

JAKARTA – Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.868 per dolar AS pada Senin (2/3) sore. Mata uang Garuda tercatat melemah 81 poin atau 0,48% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.848 per dolar AS, mengutip CNN Indonesia.
Sebagian besar mata uang di kawasan Asia juga mengalami depresiasi. Yen Jepang turun 0,70%, baht Thailand melemah 1,33%, yuan China terkoreksi 0,35%, peso Filipina turun 0,92%, dan won Korea Selatan melemah 1,67%.
Mata uang utama negara maju pun bergerak di zona merah. Euro Eropa tercatat melemah 0,78%, poundsterling Inggris turun 0,97%, dan franc Swiss terkoreksi 0,47%.
Dolar Australia ikut melemah 0,70%, sedangkan dolar Kanada turun 0,19%.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan yang dialami mayoritas mata uang global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.
Ia menyebut data neraca dagang dan inflasi yang dirilis BPS belum mampu menopang rupiah.
"Data ekonomi domestik yang dirilis tadi pagi memberikan sinyal yang beragam, namun tidak terlalu berdampak pada rupiah yang sangat tertekan, intervensi BI yang cukup besar menahan perlemahan yang lebih lanjut," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com. (DK)