Neraca dagang RI surplus US$954 juta di Januari 2026, terendah 9 bulan
Senin, 02 Maret 2026

JAKARTA – Neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 kembali mencatatkan surplus, meskipun nilainya jauh di bawah beberapa bulan sebelumnya menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan surplus neraca dagang Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar US$954 juta.
“Dengan capaian ini maka neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus selama 69 bulan berturut-turut,” jelas Ateng, dalam konferensi pers yang digelar hari ini.
Ateng menambahkan realisasi itu berasal dari surplus sektor nonmigas yang mencapai US$3,22 miliar, sementara sektor migas masih mencatat defisit US$2,27 miliar pada Januari 2026.
Adapun nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai US$22,16 miliar, meningkat 3,39% secara tahunan atau dari Januari 2025. Kenaikan ini ditopang kinerja ekspor nonmigas yang mencapai US$21,26 miliar, meningkat 4,38% secara tahunan.
Sedangkan total nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, meningkat 18,21% secara tahunan. Kenaikan impor tak hanya disebabkan oleh tingginya permintaan dari sektor migas, tetapi juga nonmigas yang meningkat 16,71% menjadi US$18,04 miliar.
Menurut data historis, surplus neraca dagang Indonesia Januari 2026 adalah level terendah yang pernah dicatat dalam 9 bulan terakhir atau sejak April 2025, di mana saat itu Indonesia dan sejumlah negara menghadapi perang tarif dengan Amerika Serikat (AS). (KR)