IHSG turun 2,65% imbas perang AS dan Iran, saham energi melesat
Senin, 02 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,65% atau 218,65 poin ke level 8.016,83 pada perdagangan Senin (2/3) hari ini, menghapus Rp318 triliun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total transaksi di pasar saham mencapai Rp29,84 triliun, termasuk transaksi Rp1,14 triliun di pasar negosiasi. Sementara frekuensi perdagangan mencapai 3,65 juta kali.
Mayoritas indeks sektoral melemah sejak pembukaan perdagangan, dengan penurunan paling dalam pada konsumer siklikal yang mencapai 4,13%. Sedangkan sektor energi jadi satu-satunya yang menguat.
Saham-saham dari sektor energi dengan kapitalisasi pasar jumbo terpantau menguat lebih dari 15%. Beberapa di antaranya termasuk PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang mencapai 25%, PT Elnusa Tbk (ELSA) 17,65%, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 15,65%, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 15,53%.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penurunan kinerja pasar saham hari ini sejalan dengan perubahan sikap investor, yang cenderung menghindari aset-aset berisiko.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat perang AS dan Iran, dinilai berpotensi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi dan memicu kenaikan suku bunga.
Meskipun demikian, analis Phintraco menilai IHSG masih bertahan di atas level psikologis 8.000 dan masih di atas MA200 yang menjadi batas tren jangka panjangnya.
Di kawasan emerging market Asia, mayoritas indeks saham juga terpantau melemah. SET Thailand turun 4,04%, PSEi Filipina turun 2,79%, dan Hang Seng turun 2,14%. (KR)