Serangan di Iran hambat 10% armada kapal kontainer dunia
Selasa, 03 Maret 2026

TEHERAN - Sekitar 100 kapal kontainer termasuk dalam 750 kapal yang tertahan di sekitar Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Hal itu disampaikan Jeremy Nixon, CEO perusahaan pelayaran kontainer Ocean Network Express (ONE), pada Senin.
“Sekitar 10% dari armada kapal kontainer global terdampak situasi ini,” ujar Nixon dalam konferensi industri pelayaran kontainer di Long Beach, California.
Seperti dikutip Reuters, Perusahaan asuransi maritim menghentikan perlindungan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur strategis antara Iran dan Oman yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia serta pengiriman gas dalam jumlah besar, setelah Iran membalas serangan AS dan Israel.
Komandan Garda Revolusi Iran bahkan menyatakan di televisi pemerintah bahwa kapal mana pun yang mencoba melintasi selat tersebut akan dibakar.
Nixon memperingatkan bahwa gangguan ini akan menyebabkan penumpukan kargo di berbagai pusat pengiriman dan pelabuhan utama di Eropa maupun Asia.
Ia juga mengatakan ONE dan sejumlah operator kapal kontainer lain, termasuk pemimpin industri MSC, telah menghentikan pemesanan kargo menuju kawasan Timur Tengah.
Nixon sendiri dijadwalkan mundur dari jabatannya sebagai CEO ONE pada 1 Juli mendatang.
ONE merupakan perusahaan patungan swasta yang dibentuk oleh tiga perusahaan pelayaran Jepang, yakni Nippon Yusen Kaisha (NYK), Mitsui O.S.K. Lines (MOL), dan K Line. (DK)