PMI Indonesia tertinggi hampir 2 tahun, optimisme melandai
Selasa, 03 Maret 2026

JAKARTA - Sektor manufaktur Indonesia mencatat peningkatan ekspansi pada Februari 2026, sebagaimana ditampilkan pada data PMI S&P Global Market Intelligence terbaru yang meningkat dari 52,6 pada Januari ke level 53,8.
Laporan S&P Global menyebut headline survei menunjukkan adanya ekspansi terbesar sejak bulan Maret 2024 atau hampir 2 tahun terakhir.
Kenaikan didorong lonjakan permintaan baru yang tumbuh selama tujuh bulan berturut-turut, sekaligus menjadi yang terkuat sejak November 2025.
Pesanan ekspor menunjukkan peningkatan untuk pertama kali dalam enam bulan, didukung kenaikan permintaan ekspor baru yang paling tinggi sejak Mei 2022.
Perusahaan manufaktur pun dinilai tengah mencapai laju produksi paling tercepat sejak April 2024, diikuti kenaikan pembelian input dan penambahan stok untuk mengantisipasi permintaan di bulan berikutnya.
Perusahaan manufaktur juga menambah tenaga kerja, membuat penerimaan tenaga kerja naik enam kali dalam tujuh bulan terakhir.
Usamah Bhatti, Ekonom S&P Global, mengatakan perbaikan sektor manufaktur Indonesia kembali menguat pada awal triwulan pertama.
"Kondisi permintaan menunjukkan tren positif, dengan penjualan yang meningkat cukup kuat sehingga mendorong kenaikan produksi, ketenagakerjaan, dan aktivitas pembelian,” kata Usamah, dalam laporannya.
Meski demikian, laporan S&P Global juga mencatat tingkat optimisme pelaku manufaktur terhadap prospek 12 bulan mendatang, lebih rendah dibandingkan bulan Januari dan di bawah rata-rata historis.
Selain itu, S&P Global mencatat indeks output di bulan berikutnya menunjukkan ekspektasi pertumbuhan, namun keyakinan pelaku usaha di Indonesia cenderung melemah dibandingkan awal tahun. (KR)