Diserang drone Iran, Saudi Aramco hentikan operasi kilang Ras Tanura
Selasa, 03 Maret 2026

JAKARTA - Saudi Aramco menghentikan operasi kilang minyak Ras Tanura berkapasitas 550.000 barel per hari setelah serangan drone di kawasan tersebut. Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan sambil menilai dampak kerusakan, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Dikutip bloomberg (02/3), Saudi Press Agency melaporkan terjadi kebakaran “terbatas” akibat puing dari pencegatan dua drone yang menargetkan fasilitas. Api telah dikendalikan. Hingga kini, Aramco belum menyampaikan pernyataan resmi.
Penghentian operasi berdampak langsung ke pasar energi. Kontrak berjangka minyak di Intercontinental Exchange melonjak lebih dari 20%, kenaikan terbesar sejak Maret 2022. Harga minyak mentah Brent di London naik sekitar 10% ke kisaran US$80 per barel.
Eskalasi terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Teheran membalas dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke sejumlah negara di kawasan. Ketegangan ini turut mengganggu arus pelayaran di Strait of Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dunia.
Ras Tanura merupakan pemasok utama solar untuk pasar Eropa dan memproduksi bensin dalam volume lebih kecil. Di kawasan tersebut juga terdapat terminal ekspor terbesar Aramco untuk minyak mentah dan produk turunannya, termasuk tangki penyimpanan dan fasilitas pemuatan.
Dalam perkembangan terpisah, QatarEnergy mengumumkan penghentian produksi gas alam cair (LNG). Dalam siaran pers tertanggal (02/3) di Doha, Qatar, perusahaan menyatakan penghentian dilakukan akibat serangan militer terhadap fasilitas operasinya di Ras Laffan Industrial City dan Mesaieed Industrial City. QatarEnergy menyatakan akan terus menyampaikan informasi terbaru kepada para pemangku kepentingan.