Eksportir LNG AS berpeluang untung dari gangguan Qatar
Selasa, 03 Maret 2026

WASHINGTON - Eksportir gas alam cair (LNG) Amerika Serikat berpotensi meraup keuntungan dari terganggunya pasokan energi akibat konflik dengan Iran.
Namun, peluang tersebut kemungkinan terbatas karena produsen AS saat ini sudah beroperasi hampir pada kapasitas maksimum pengiriman.
Seperti dikutip Bloomberg, keputusan Qatar menghentikan produksi di fasilitas LNG raksasa Ras Laffan setelah serangan pada Senin membuka peluang besar bagi produsen LNG global.
Meski demikian, eksportir AS memiliki ruang tambahan yang sangat terbatas untuk meningkatkan volume pengiriman.
“Secara keseluruhan, AS sudah mengekspor pada kapasitas penuh, sehingga ruang tambahan mungkin hanya sekitar 5%. Itu pun sangat kecil dibandingkan produksi Qatar di Ras Laffan,” ujar Ira Joseph, peneliti senior di Center on Global Energy Policy, Columbia University.
Meski kapasitas terbatas, pasar merespons positif. Saham Venture Global melonjak hingga 20%, sementara Cheniere Energy, eksportir LNG terbesar AS, naik sekitar 5,7% pada perdagangan Senin.
Perusahaan pengebor serpih EQT Corp. juga sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah pembukaan pasar.
CEO Venture Global Michael Sabel mengatakan gangguan akhir pekan lalu berdampak signifikan terhadap pasar energi global.
Ia menilai AS akan memainkan peran penting dalam mengatasi disrupsi pasar, mengingat negara itu memiliki kapasitas LNG tambahan terbesar yang tersedia secara global.
Saat ini, Venture Global dan Cheniere tengah meningkatkan kapasitas fasilitas mereka. Cheniere menambah kapasitas secara bertahap di pabrik Corpus Christi LNG di Texas.
Venture Global mengoperasikan pabrik keduanya di Plaquemines, Louisiana, dan membangun fasilitas ketiga, CP2, di negara bagian yang sama.
Namun, lonjakan peluang bagi eksportir AS bisa bersifat sementara. Dengan hampir seluruh kargo telah dijadwalkan, perusahaan membutuhkan tambahan pasokan signifikan untuk benar-benar menggantikan volume dari Qatar.
Selain itu, lonjakan harga harus bertahan cukup lama agar arbitrase ekspor menguntungkan, mengingat kapal LNG memerlukan sedikitnya dua pekan untuk mencapai pasar Atlantik.
Secara realistis, kecil kemungkinan AS mampu sepenuhnya menutup kekurangan pasokan dari Qatar, yang menyumbang hampir seperlima produksi LNG dunia.
Sementara itu, proyek patungan Qatar dengan Exxon Mobil di fasilitas Golden Pass LNG di Texas hampir rampung, tetapi belum mengirimkan kargo pertamanya. Pengapalan perdana diperkirakan terjadi bulan ini. (DK)