Harga emas bergerak fluktuatif ditengah resiko inflasi akibat perang
Selasa, 03 Maret 2026

WASHINGTON - Emas memangkas sebagian kenaikan awalnya karena pelaku pasar mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS di tengah risiko inflasi akibat perang Iran.
Harga emas sempat turun 0,3% sebelum kembali menguat sekitar 1%, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam sebulan didorong permintaan aset safe haven.
Seperti dikutip Bloomberg, Presiden AS Donald Trump menegaskan operasi militer terhadap Iran akan berlanjut selama diperlukan, memicu ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, perak dan paladium melemah.
Sentimen risk-off sempat menekan bursa saham global sebelum akhirnya pulih. Dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS naik di tengah kekhawatiran tekanan inflasi akibat lonjakan harga minyak dan peningkatan belanja pemerintah. Harga minyak mencatat kenaikan terbesar dalam empat tahun.
Menurut analis pasar, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi bisa memaksa bank sentral, termasuk Federal Reserve, menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan harga. Trader swap telah mengurangi proyeksi pemangkasan suku bunga.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Meski begitu, ketegangan geopolitik dan kebijakan luar negeri agresif Washington tetap menopang reli emas tahun ini, ditambah pembelian besar oleh bank sentral serta kekhawatiran investor terhadap inflasi dan pelemahan mata uang.
Analis di TD Securities menilai emas berpotensi terus diuntungkan oleh instabilitas geopolitik dan lonjakan biaya energi. Spekulan yang sebelumnya mengurangi posisi beli bisa kembali masuk pasar memanfaatkan momentum konflik.
Sepanjang tahun ini, emas telah naik sekitar 23%, meski sempat terkoreksi dari rekor tertinggi di atas US$5.595 per ons pada akhir Januari. Serangan balasan Iran juga menyasar Uni Emirat Arab, pusat penting perdagangan emas global.
Gangguan penerbangan di Dubai sempat menghambat pengiriman logam mulia, karena emas umumnya diangkut melalui kargo pesawat penumpang pada rute London-Dubai.
Jika pembatasan penerbangan berlangsung lama, pasokan emas ke India dan pasar Asia lainnya bisa terdampak lebih serius, mengingat UEA menjadi jalur utama distribusi bullion dunia.
Di perdagangan akhir New York, harga emas spot naik 0,95% ke US$5.329,08 per ons. Indeks dolar Bloomberg menguat 0,7%, sementara perak turun 4,6% dan paladium melemah tipis. (DK)