Selat Hormuz ditutup, Goldman Sachs prediksi harga gas meroket 130%

Selasa, 03 Maret 2026

image

JAKARTA - Goldman Sachs Group Inc. memperingatkan harga gas alam Eropa berpotensi melonjak lebih dari dua kali lipat jika pengiriman melalui Strait of Hormuz terhenti selama satu bulan.

Dalam laporan tertanggal 1 Maret, analis Goldman yang dipimpin oleh Daan Struyven menyebutkan bahwa harga acuan gas di Eropa dan Asia sejauh ini belum sepenuhnya memasukkan premi risiko terkait Iran.

Seperti dikutip Bloomberg, sekitar seperlima pasokan gas alam cair (LNG) dunia, terutama dari Qatar, melewati jalur sempit tersebut.Jika terjadi penghentian selama sebulan, harga gas Eropa dan LNG spot Asia bisa melonjak hingga 130% menjadi sekitar US$25 per juta British thermal units (mmBtu).Menurut para analis, gangguan yang lebih lama, lebih dari dua bulan, berpotensi mendorong harga gas Eropa melampaui €100 per MWh (sekitar US$35/mmBtu), yang dapat memicu penurunan permintaan gas global secara signifikan.Meski demikian, dampak terhadap harga gas alam Amerika Serikat diperkirakan terbatas.AS merupakan eksportir bersih LNG dalam jumlah besar, sementara fasilitas pencairan umumnya sudah beroperasi pada kapasitas penuh sehingga ruang untuk meningkatkan pengiriman tambahan relatif kecil. (DK)