JP Morgan ungkap saham value lebih unggul saat pasar volatil

Selasa, 03 Maret 2026

image

JAKARTA – JP Morgan Asset Management mengungkap kinerja saham value, istilah yang kerap dipakai untuk saham dengan valuasi murah dan fundamental positif, mencatat pertumbuhan sejak awal tahun.

Pertumbuhan itu bahkan disebut lebih tinggi, dibandingkan kinerja growth-stocks, atau saham-saham yang berorientasi pertumbuhan kinerja dan ekspansi di sektor teknologi.

Global Market Strategist JP Morgan Asset Management, Meera Pandit, mengatakan pasar saham pada beberapa tahun terakhir didominasi oleh growth-stocks terutama dari sektor teknologi. Saham-saham ini bahkan dinilai telah mendominasi kinerja indeks global, “seiring pertumbuhan laba yang terkonsentrasi pada emiten berbasis inovasi digital dan kecerdasan buatan (AI).”

Pandit menambahkan bahwa kinerja saham memiliki ketahanan yang lebih tinggi, di saat volatilitas pasar tinggi. “Valuasi yang relatif lebih rendah serta eksposur terhadap emiten dengan fundamental yang lebih stabil, menjadikan segmen ini lebih defensif dibanding growth-stocks,” kata Pandit, dalam riset yang disampaikan pekan lalu.

Berdasarkan sektor, Pandit mencatat adanya divergensi. Hal ini terlihat saat sektor teknologi melemah, sejumlah sektor lain dengan bobot yang lebih tinggi seperti industri, barang dasar, dan keuangan justru membaik.

“Sektor-sektor ini turut diuntungkan oleh prospek penurunan suku bunga, stimulus fiskal, serta peningkatan aktivitas pasar modal dan investasi korporasi,” jelas Pandit.

Pandit juga mengakui bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI memang tetap tinggi, namun hal ini justru dinilai berdampak positif pada emiten di luar teknologi, yang menjadi bagian dari rantai pasok industri.

“Kombinasi faktor siklikal, sekuler, dan struktural berkontribusi terhadap meningkatnya proyeksi pertumbuhan laba emiten di luar saham teknologi pada periode 2025–2026, serta mendukung kinerja relatif saham value,” ungkap Pandit.

Menurut data IDNFinancials.com kinerja saham Basic Materials di Indonesia tumbuh paling pesat sejak awal tahun hingga perdagangan Senin (2/3) kemarin, mencapai 18,74%. Sedangkan sektor teknologi melemah 13,5% sejak awal tahun dan infrastruktur turun 19%. (KR)